Liputan6.com, Yogyakarta - Sempat vakum selama sepuluh tahun, ajang Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2025 kembali hadir untuk memberikan peluang usaha waralaba dan kemitraan dengan berbagai merek nasional serta lokal. Konsep kemitraan dengan merek individual ditawarkan produsen produk kecantikan dan perawatan tubuh.
Berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. IFCB 2025 yang sudah berlangsung sejak 2006 ini menampilkan sekitar 150 peserta. Berlangsung mulai Jumat (30/5/2025) sampai Minggu (1/6/2026).
Advertisement
Senior Account Executive Neo Expo Promosindo selaku pelaksana pameran, Rio Julian menyampaikan ajang ini bertujuan menjadi wadah dan media mempertemukan pelaku bisnis yang menawarkan kerjasama waralaba maupun kemitraan pada calon investor.
“IFBC menawarkan satu atap solusi bisnis bagi masyarakat luas, mulai dari para pensiunan, karyawan, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa dan generasi muda yang ingin memulai langkah di dunia usaha,” terangnya.
Ajang tahunan yang berlangsung lima sampai enam kali di berbagai kota besar di Indonesia ini menjadikan DIY sebagai tuan rumah setelah sepuluh tahun vakum. DIY dinilai memiliki potensi menarik segmen pasarnya.
DIY juga menjadi wilayah yang memiliki banyak produsen usaha yang membuka kesempatan waralaba dan kemitraan seperti K-24, Primagama, Ayam Gepuk Pak Gembus, dan banyak lainya.
“Kami juga menjadikan IFBC menjadi sebuah program strategis untuk mengedukasi, menginspirasi, sekaligus memperluas koneksi antar pelaku usaha. Kehadiran program-program ini mempertegas peran IFBC sebagai ruang kolaboratif bagi pertumbuhan kewirausahaan yang berkelanjutan,” lanjut Rio.
Tawarkan produk dengan merek individu
Ditemui di standnya, Bisnis Development Mash Moshem Indonesia, Bella Novita mengutarakan perusahaannya secara khusus menawarkan kemitraan untuk membuat produk kecantikan dan perawatan tubuh sesuai keinginan calon investor.
“Kami hadir 2011 dan telah bermitra dengan 2.000 lebih investor yang memiliki produk sesuai keinginannya dan tersebar se-Indonesia. Ajang IFCB 2025 ini menjadi pilihan karena menawarkan target investor yang sesuai,” jelasnya.
Bermitra dengan Mash Moshem Indonesia akan dibantu untuk menciptakan formulasi produk yang sesuai dengan hasil riset pasar sasaran, pengurusan legalitas usaha, desain produk, dan program promosi.
Menurut Bella, kerjasama dengan brand individu ini memberi banyak keuntungan karena pastinya memiliki produk sendiri dan bisa meningkatkan laba penjualan hingga 300 persen.
“Jadi investor terima barang jadi sesuai keinginannya, menyediakan lokasi penjualan dan kami dukung dengan pendampingan menjalankan strategi pemasarannya,” jelasnya.
Calon investor juga tidak perlu kuatir, karena produk yang dipasarkan sudah dipastikan keamanannya karena wajib melalui uji produk di Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM), bersertifikat halal, dan memiliki hak cipta.
Bella menyatakan Mash Moshem Indonesia menawarkan paket kerjasama dengan calon investor dengan mulai harga Rp10 juta.