Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin partai politik di Inggris Reform UK, Nigel Farage, mengumumkan pihaknya akan menerima donasi Bitcoin (BTC) dan mata uang kripto lainnya dari para donatur yang memenuhi syarat.
Melansir Cointelegraph, Jumat (30/5/2025) dalam pernyataannya di konferensi Bitcoin 2025 di Las Vegas, Amerika Serikat, Farage mengatakan partainya telah mulai menerima sumbangan kripto.
Advertisement
Sebuah postingan blog dari penyedia pembayaran kripto, yakni Radom, mengatakan Reform UK akan menggunakan platform tersebut untuk memfasilitasi donasi, menjadikannya kelompok besar pertama yang melakukannya di antara partai Konservatif dan Buruh, yang memegang sebagian besar kursi di DPR Inggris.
"(Sampai) saat ini, kami adalah partai politik pertama di Inggris yang dapat menerima sumbangan dalam Bitcoin dan mata uang kripto lainnya,"kata Farage.
"Kami jauh tertinggal di belakang Anda di Amerika, tetapi sampai saat ini, orang-orang dengan Bitcoin dapat memberi kami uang asalkan mereka memenuhi syarat," ungkapnya.
Farage hadir di konferensi Bitcoin, membahas pengalamannya saat mengalami debanking di Inggris pada tahun 2023 dan rencana Reform untuk memperkenalkan RUU Aset Kripto dan Keuangan Digital jika partai tersebut memenangkan kendali pemerintahan dalam pemilihan umum berikutnya di Inggris, yang diharapkan sebelum Agustus 2029.
Reform UK kini menguasai lima kursi di DPR Inggris setelah pemilihan pada Juli 2024. Angka tersebut menandai kesenjangan yang signifikan antara 403 kursi yang dikuasai Partai Buruh dan 120 kursi oleh Partai Konservatif.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Indonesia Jadi Pengguna Aplikasi Kripto Tertinggi Kedua di Dunia
Minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto terus mengalami peningkatan signifikan. Menurut laporan State of Mobile 2025 yang dirilis oleh Sensor Tower pada Rabu (21/5), Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi secara global pada tahun 2024.
Jumlah sesi atau frekuensi penggunaan aplikasi kripto di Indonesia meningkat sebesar 54% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Peringkat pertama diraih Jerman dengan pertumbuhan sebesar 91%, diikuti oleh Brasil dan Prancis yang masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 47%.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin aktif dalam menggunakan aplikasi kripto untuk berbagai kebutuhan, seperti mengecek harga Bitcoin, melakukan transaksi, hingga mengatur portofolio aset digital.
Sensor Tower menjelaskan bahwa “sesi aplikasi kripto” merujuk pada seberapa sering pengguna membuka dan menggunakan aplikasi terkait kripto di perangkat mereka.
"Seiring mengurangi inflasi dan memperbaiki kondisi ekonomi global, kepercayaan investor pun kembali meningkat, yang mendorong keterlibatan lebih besar dalam ekosistem kripto," tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (30/5/2025).
Potensi Pasar Kripto Indonesia Sangat Besar
Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pasar aset digital karena tingginya jumlah populasi digital serta antusiasme generasi muda terhadap kripto. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi perkembangan industri kripto di tanah air.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap aset kripto sebagai bagian dari strategi keuangan mereka. Ini adalah peluang besar bagi pelaku industri untuk terus mendorong pendidikan, inovasi produk, dan memperluas adopsi,” kata Calvin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/5/2025).
Data Sensor Tower juga menunjukkan bahwa meskipun aktivitas pengguna sempat menurun drastis pada tahun 2022 dan 2023 karena harga Bitcoin yang melemah, tahun 2024 membawa perubahan arah yang positif. Terutama pada kuartal terakhir, minat kembali meningkat seiring stabilnya pasar dan membaiknya harga aset digital.