Final Liga Champions dan 'Jimat' Pemain Argentina: Cocoklogi yang Bawa Inter Milan Juara?

Paris Saint-Germain (PSG) akan berhadapan dengan Inter Milan di final Liga Champions, dua tim raksasa yang mengusung ambisi besar

oleh Asad ArifinDiperbarui 30 Mei 2025, 07:43 WIB
Selebrasi striker Inter Milan, Lautaro Martinez, setelah mencetak gol ke gawang Bayern Munchen pada leg 1 perempat final Liga Champions 2024/2025 di Allianz Arena, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. (Tom Weller/dpa via AP)

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 tinggal menyisakan satu panggung terakhir: final Liga Champions. Paris Saint-Germain (PSG) akan berhadapan dengan Inter Milan, dua tim raksasa yang mengusung ambisi besar. Dua tim yang layak berada di final.

Final Liga Champions akan dimainkan di Allianz Arena pada Minggu (1/6) dini hari WIB. Inter Milan bertekad mengulang capaian pada edisi 2010. Sedangkan, PSG ingin mendapatkan trofi Liga Champions pertamanya.

Namun di balik duel taktis dan strategi yang akan tersaji, muncul sebuah pola menarik, atau bisa dibilang ‘cocoklogi’, yang layak disimak. Cocoklogi itu ialah kehadiran pemain Argentina di tim juara kompetisi antarklub Eropa musim ini.

Sepintas mungkin terdengar seperti kebetulan belaka. Tapi dua final kompetisi Eropa sebelumnya memberi sinyal kuat bahwa keberadaan pemain Argentina bukan sekadar pelengkap, melainkan pembawa pengaruh besar yang menentukan hasil akhir.


Cristian Romero dan Enzo Fernandez Memberi Bukti

Selebrasi Enzo Fernandez dkk. dalam laga final UEFA Conference League antara Real Betis vs Chelsea, Kamis (29/5/2025). (AP Photo/Petr David Josek)

Mari tarik ke belakang sedikit. Final Liga Europa 2025 mempertemukan Tottenham dan Manchester United. Di atas kertas, Setan Merah unggul, akan tetapi Tottenham yang menang. Tottenham meraih trofi pertamanya dalam 17 tahun.

Salah satu sosok kunci di balik kemenangan Spurs adalah Cristian Romero. Bek tengah asal Argentina tampil luar biasa. Agresif, penuh determinasi, dan nyaris tanpa cela. Bahkan, Romero dipercaya mengenakan ban kapten, sebelum menyerahkannya kepada Son Heung-min di babak kedua.

Satu pekan berselang, giliran UEFA Conference League memainkan partai puncaknya. Chelsea menghadapi Real Betis, dan lagi-lagi, pemain Argentina mencuri sorotan.

Enzo Fernandez tampil seperti maestro di lini tengah The Blues. Mengatur tempo, menjaga alur, bahkan mencetak satu gol dalam kemenangan Chelsea. Di sisi seberang, Betis juga memiliki pemain Argentina, Giovanni Lo Celso, namun kontribusinya tak cukup untuk membalik keadaan.


Lautaro Martinez dan Misi Melengkapi Pola

Lautaro Martinez disambut rekan-rekan setim Argentina usai menjebol gawang Chile pada laga kedua Grup A Copa America 2024, Rabu (26/6/2024) pagi WIB. (AP/Julia Nikhinson)

Kini, tinggal final Liga Champions yang belum digelar. PSG, tim penuh bintang yang masih berburu gelar pertama di kompetisi ini, akan melawan Inter Milan, tim yang sudah lama mengukir sejarah di kancah Eropa.

Menariknya, dari dua finalis ini, hanya Inter yang memiliki pemain asal Argentina. Lautaro Martinez, sang kapten Nerazzurri, bukan hanya ujung tombak mematikan, tapi juga jiwa dari tim Simone Inzaghi.

Lautaro adalah bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022, bersama Enzo Fernandez dan Cristian Romero. Tiga nama, satu generasi emas, dan kini satu per satu membawa 'aura juara' ke klub masing-masing.

Di sisi lain, PSG tidak memiliki satu pun pemain asal Argentina di skuad mereka musim ini. Lionel Messi telah hengkang ke Inter Miami, dan Angel Di Maria sudah lama pergi. Jika pola yang terbentuk di dua final sebelumnya terus berlanjut, maka Inter Milan dengan Lautaro Martinez sebagai ‘jimat’ berada di posisi yang lebih menguntungkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya