Dugaan Non-Halal di Ayam Goreng Widuran Solo, Hasil Uji Lab Ditunggu 10 Juni

Laboratorium Veteriner di Boyolali, Jawa Tengah menjadi salah satu laboratorium untuk menguji sampel makanan resto ayam goreng Widuran Solo. Pengujian dilakukan untuk membuktikan apakah kremes ayam goreng tersebut mengandung bahan baku non-halal.

oleh Fajar AbroriDiperbarui 28 Mei 2025, 22:21 WIB
Rumah makan ayam goreng Widuran Solo ditutup sementara, Senin (26/5).(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Solo telah menyerahkan sampel makanan dari rumah makan ayam goreng Widuran Solo ke Laboratorium Veteriner di Boyolali, Jawa Tengah. Pengujian sampel itu dilakukan sebagai respon atas dugaan penggunaan bahan baku non-halal di kremes ayam goreng tersebut.

Kepala Dispangtan Solo, Eko Nugroho Isbandijarso, mengatakan pengambilan sampel ayam goreng Widuran mencakup seluruh komponen makanan, mulai dari daging ayam, kremes, hingga minyak goreng yang digunakan. Semua sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Veteriner di Boyolali, yang berada di bawah pengelolaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami ambil semua bahan, mulai dari daging, kremes, sampai minyaknya. Lalu kami kirim ke lab di Boyolali untuk diuji,” kata dia kepada wartawan di Solo, Rabu (26/5/2025).

Dua Lab Uji Sampel

Ayam goreng kremes Widuran yang diduga berbaham baku non-halal.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Ia menjelaskan bahwa pengujian dilakukan dengan metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) guna mendeteksi kemungkinan kandungan babi dalam bahan makanan tersebut. Dipilihnya Laboratorium di Boyolali lantaran merupakan fasilitas terakreditasi dan yang paling dekat secara geografis dari lokasi pengambilan sampel.

“Karena yang paling dekat dan sudah terakreditasi kan, juga milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Selain di Laboratorium Veteriner Boyolali, Eko mengatakan, uji laboratorium juga dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Seperti diketahui pengambilan sampel makanan di rumah makan ayam goreng Widuran dilakukan oleh petugas Dinas Perdagangan Solo sebelum resto tersebut ditutup pada Senin (26/5/2025) lalu.

“Karena kemarin dibagi nggih (dari dinas perdagangan), ada yang dari BPOM, ada yang diserahkan ke kita. Kita laksanakan di Lab Veteriner di Boyolali,” kata dia,.

Menurut dia, hingga saat ini, hasil laboratorium belum tersedia. Proses pengujian diperkirakan memerlukan waktu antara satu hingga dua minggu karena membutuhkan ketelitian tinggi. “Kemungkinan hasilnya baru akan keluar sekitar tanggal 10 Juni, namun kita tetap menunggu konfirmasi resminya,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya