Bos Danantara Bantah Akhiri Kerja Sama dengan Ray Dalio

Miliarder dunia Ray Dalio dikabarkan tidak jadi bergabung menjadi penasihat. Apa benar? Artikel ini menyajikan jawaban dari Rosan Perkasa Roeslani selaku CEO Danantara.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 28 Mei 2025, 16:15 WIB
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menepis isu yang menyebut kerja sama antara Danantara Indonesia dan tokoh investor global Ray Dalio telah berakhir.

Rosan menegaskan bahwa kolaborasi antara kedua belah pihak masih berjalan normal dan tidak ada gangguan dalam komunikasi maupun agenda kerja sama strategis.

“Saya baru minggu lalu bertemu dengan timnya, termasuk Mark Dalio, adik Ray Dalio. Semuanya baik-baik saja, pembicaraan berjalan lancar,” ujar Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/5/2025).

Tak Ada Perubahan Kerja Sama

Ia menekankan bahwa tidak ada perubahan status kerja sama atau gangguan apapun dalam relasi profesional antara Danantara dan Dalio.

Klarifikasi ini muncul menyusul beredarnya pemberitaan yang menimbulkan spekulasi soal posisi Ray Dalio dalam struktur kemitraan Danantara. Namun Rosan memastikan semua masih sesuai jalur, dengan komunikasi dan koordinasi yang intensif.

 

Pertemuan Terbaru Perkuat Sinergi

Menko Luhut bertemu dengan Ray Dalio, seorang filantropis dan founder Hedge Fund terbesar di dunia, Bali, Minggu (1/09/2024). Menko Luhut menceritakan perkenalan bersama Ray dimulai dari pengiriman kapal eksplorasi dan penelitian ilmiah miliknya OceanX pada bulan Mei 2024. (Dok. Kemenko Merves)

Rosan mengungkapkan bahwa ia baru saja bertemu dengan seluruh tim dari Ray Dalio pekan lalu. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak tetap aktif menjalin diskusi untuk memperkuat arah strategis kolaborasi ke depan.

“Kemarin baru minggu lalu baru ketemu sama timnya, whole team,” kata Rosan menegaskan kembali intensitas komunikasi mereka.

Pihak Danantara disebut terus menjajaki penguatan program investasi jangka panjang bersama Dalio, termasuk peluang kerja sama di sektor-sektor strategis nasional. Kolaborasi ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam memperkuat fondasi investasi Indonesia melalui jejaring dan pengalaman global yang dimiliki Ray Dalio.

Keberlanjutan komunikasi dan keterlibatan aktif tim Ray Dalio dinilai sebagai sinyal positif bahwa kemitraan ini masih menjadi prioritas bersama.

 

Bantah Isu Spekulatif

Ray Dalio

Isu mengenai potensi berakhirnya kerja sama antara Danantara dan Ray Dalio sebelumnya sempat mencuat di sejumlah pemberitaan.

Namun pernyataan langsung dari Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. Ia meminta publik untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi jika ada perkembangan baru dalam struktur atau arah kolaborasi.

Dengan konfirmasi ini, Danantara ingin memastikan bahwa kerja sama strategis dengan Ray Dalio tetap menjadi bagian dari visi besar untuk menarik investasi global dan memperkuat ekonomi nasional. “Kami tetap solid. Tidak ada yang berubah,” tutup Rosan.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memanfaatkan keahlian investor kelas dunia dalam mengelola dana investasi jangka panjang yang berdampak luas bagi pembangunan Indonesia.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya