Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan digitalnya melalui super apps BRImo, perluasan jaringan AgenBRILink serta pengembangan transaction banking dan ekosistem merchant.
Hingga Maret 2025, jumlah pengguna BRImo mencapai 40,28 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan 20,26% secara tahunan.
Advertisement
Sepanjang Triwulan I 2025, BRImo melayani 1,2 miliar transaksi finansial atau tumbuh 25,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transaksi BRImo menyentuh angka Rp1.599 triliun, mengalami kenaikan 27,79% year on year (YoY).
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa optimalisasi layanan digital BRI turut berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan dana murah (Current Account Saving Account atau CASA) guna menjaga efisiensi biaya dana (Cost of Fund) dan mempertahankan stabilitas bisnis jangka panjang.
“Transaction banking menjadi salah satu pilar utama BRI dalam membangun CASA secara konsisten. Dengan menyediakan solusi pembayaran dan pengelolaan keuangan yang end-to-end, BRI tidak hanya menciptakan loyalitas nasabah institusional dan merchant, tapi juga memperkuat basis dana pihak ketiga secara efisien,” kata Hendy.
BRI Sukses Himpun DPK Sebesar Rp1.421,60 Triliun
Hingga akhir Kuartal I 2025, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.421,60 triliun. Dana murah mendominasi penghimpunan DPK BRI dengan proporsi mencapai 65,77% dari total DPK atau setara dengan Rp934,95 triliun. Porsi CASA BRI ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan konsistensi strategi BRI dalam memperkuat struktur pendanaan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif, tercermin dari penurunan biaya dana (cost of fund) BRI dari 3,6% pada Triwulan I 2024 menjadi 3,5% pada Triwulan I 2025. Penurunan ini mencerminkan efisiensi pendanaan yang semakin baik dan memperkuat daya saing BRI di tengah persaingan sektor perbankan nasional.
(*)