Kuota SMP dan SMA Sudah Terpenuhi, Sekolah Rakyat Banyuwangi Siap Beroperasi!

Program pendidikan gratis berbasis asrama untuk keluarga miskin yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat siap dibuka di Banyuwangi.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 27 Mei 2025, 18:46 WIB
Gedung Diklat PNS di Kecamatan Licin, Banyuwangi menjadi lokasi program Sekolah Rakyat.

Liputan6.com, Banyuwangi Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berbasis asrama untuk keluarga miskin yang digagas Presiden Prabowo Subianto, siap dibuka di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kuota siswa untuk rombongan belajar tingkat SMP dan SMA sudah terpenuhi, tinggal tingkat SD yang masih dibuka pendaftaran.  

“Alhamdulillah kuota siswa untuk tingkat SMP dan SMA sudah terpenuhi. Mereka akan memulai sekolah secara resmi pada tahun ajaran 2025/2026,” kata Ipuk Fiestiandani dalam keterangan rilis, Selasa, (27/5/2025).

Para siswa tingkat SMP dan SMA yang diterima telah dibuatkan SK Bupati. Kuota Sekolah Rakyat Banyuwangi untuk tingkat SD sebanyak satu rombel serta tingkat SMP dan SMA masing-masing sebanyak dua rombel. Tiap rombel diisi oleh 25 siswa.

Untuk kuota rombel tingkat SMP dan SMA saat sudah terpenuhi, sementara tingkat SD masih dibuka pendaftaran. Salah satu upayanya dilakukan melalui penjaringan oleh koordinator wilayah kecamatan bidang pendidikan.

 “Karena ini sekolah dengan konsep asrama, bisa dimaklumi jika orangtua mungkin belum tega melepas anak-anaknya ke asrama sejak usia awal SD. Kami juga berkoordinasi dengan Kemensos agar untuk tingkat SD bisa dimulai dari kelas empat atau lima, tidak harus dari kelas satu,” jelas Ipuk.

Kegiatan Belajar di Gedung Diklat PNS

Gedung Diklat PNS di Kecamatan Licin, Banyuwangi menjadi lokasi program Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial Henik Setyorini menerangkan siswa berasal dari keluarga miskin yang berasal dari desil satu dan dua Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Program ini diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Bagi yang akan mendaftar silahkan menghubungi pendamping keluarga harapan (PKH) di wilayah masing-masing. Jika tidak tahu siapa pendampingnya, bisa melapor ke desa/kelurahan, nanti akan dihubungkan,” terang Henik.

Henik mengatakan pendaftar tingkat SD kuota 25 orang siswa dengan rentang usia sembilan sampai sebelas tahun. Untuk proses pembelajarannya akan dilaksanakan di Gedung Diklat PNS di Kecamatan Licin. Saat ini gedung tersebut masih dalam tahap renovasi.

“Targetnya renovasi bisa selesai bulan Juni dan bisa difungsikan saat ajaran baru dimulai pada bulan Juli,” tambah Henik.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya