Istilah Orde Lama Dihilangkan di Penulisan Sejarah Ulang, Puan: Jangan Sampai Ada yang Tersakiti

Puan meminta sejarah yang terjadi tidak dihilangkan. Oleh karenanya, penulisan sejarah mesti dikaji hati-hati dan tak perlu buru-buru.

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 Mei 2025, 17:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal kebijakan Kementerian Kebudayaan yang membuat buku penulisan ulang sejarah. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Istilah orde lama tidak ada dalam judul 10 jilid buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengingatkan, apapun kalimatnya jangan sampai ada pihak yang tersakiti.

"Ya itu, apapun kalimatnya, apapun kejadiannya, jangan sampai kemudian ada yang tersakiti," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Puan meminta sejarah yang terjadi tidak dihilangkan. Oleh karenanya, penulisan sejarah mesti dikaji hati-hati dan tak perlu buru-buru.

"Jangan sampai ada yang kemudian dihilangkan, karenanya sejarah ya tetap sejarah, jadi harus dikaji dengan baik dan harus dilakukan dengan hati-hati," ucapnya.

Puan menyebut, sejarah memang ada yang pahit. Namun, harus tetap disampaikan secara transparan.

"Jadi jas merah, jangan sekali-sekali merupakan sejarah, kalau memang ingin diperbaiki silahkan, tapi namanya sejarah apakah itu pahit, apakah itu baik, ya kalau memang diulang harus diulang dengan sebaik-baiknya," pungkasnya

Diketahui, dari 10 judul jilid buku yang dipaparkan terdapat judul jilid Orde Baru dan Era Reformasi. Namun, sebelum judul Jilid Orde Baru, judul jilid yang dipaparkan adalah Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi.

 

Alasan Kemenbud Hilangkan Istilah Orde Baru

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, beserta jajaran Eselon I dan II Kementerian Kebudayaan menggelar rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. (Foto: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan).

Sebelumnya, menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap alasan tak ada istilah orde lama dalam judul 10 jilid buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia . Alasannya, perubahan istilah itu dilakukan karena selama ini pemerintahan sebelum Orde Baru itu tak pernah menyebut pemerintahannya sebagai Orde Lama.

"Jadi sebenarnya itu para sejarawan yang membuat ya, kalau kita lihat istilah Orde Lama, pemerintahan Orde Lama, tidak pernah menyebut dirinya Orde Lama, kalau Orde Baru memang menyebut itu adalah Orde Baru," kata Fadli usai rapat kerja dengan Komisi X di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 26 Mei 2025.

Lebih lanjut, Fadli mengklaim perubahan istilah itu dilakukan agar perspektif yang digunakan dalam sejarah baru Indonesia ini lebih netral dan inklusif.

"Jadi sebenarnya itu juga perspektif yang kita ingin membuat lebih inklusif, lebih netral," ujarnya.

 

Daftar Jilid Buku Sejarah Indonesia yang Disusun

Diorama pahlawan revolusi di Museum Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2015). Museum tersebut menyimpan ribuan arsip dari era tahun 1600 tentang sejarah negara Indonesia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Berikut daftar jilid buku sejarah Indonesia yang disusun: 

Jilid I Sejarah Awal Nusantara

Jilid II Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina

Jilid III Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah 

Jilid IV Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi

Jilid V Respons terhadap Penjajahan

Jilid VI Pergerakan Kebangsaan 

Jilid VII Perang Kemerdekaan Indonesia

Jilid VIII Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi

Jilid IX Orde Baru (1967-1998)

Jilid X Era Reformasi (1999-2024)

Jilid XI Faktaneka dan Indeks

 

 

 

Infografis Warisan Budaya TakBenda UNESCO dari Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya