Qatar Tak Lagi Tertarik Beli MU Meski Harga Sahamnya Merosot Drastis, Kenapa?

Setelah sebelumnya gagal mengakuisisi Manchester United, kelompok investor asal Qatar yang dipimpin oleh Sheikh Jassim bin Hamad al-Thani dipastikan tidak akan mengajukan penawaran baru—meskipun harga saham klub tersebut tengah anjlok tajam.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 27 Mei 2025, 11:31 WIB
Ekspresi para pemain Manchester United atas kekalahan mereka di final Liga Europa musim 2024/2025 melawan Tottenham Hotspur di stadion San Mames, Bilbao pada 21 Mei 2025 waktu setempat atau Kamis (22/5) dini hari WIB. (Josep LAGO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Setelah sebelumnya gagal mengakuisisi Manchester United, kelompok investor asal Qatar yang dipimpin oleh Sheikh Jassim bin Hamad al-Thani dipastikan tidak akan mengajukan penawaran baru—meskipun harga saham klub tersebut tengah anjlok tajam.

Sheikh Jassim sebelumnya menjadi pesaing utama Sir Jim Ratcliffe dalam proses penjualan sebagian saham Manchester United oleh keluarga Glazer. Namun, pemilik INEOS tersebut akhirnya berhasil membeli sebagian kepemilikan klub, setelah Glazer menyatakan terbuka terhadap investasi eksternal.

Sejak saat itu, Ratcliffe dan timnya mengambil alih kendali operasional sepak bola di klub, namun hasil yang ditorehkan justru jauh dari harapan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League, Manchester United mengakhiri musim di papan bawah klasemen. Sejumlah keputusan strategis yang diambil pemilik baru dianggap gagal dan justru memperburuk situasi. Kekecewaan suporter memuncak, terlihat dari aksi protes dalam laga terakhir musim ini melawan Aston Villa.


Sheikh Jassim Tak Tertarik

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Kondisi ini turut berdampak pada nilai saham Manchester United yang turun lebih dari 17 persen dalam setahun terakhir. Banyak pihak berspekulasi bahwa Sheikh Jassim dan kelompoknya mungkin akan kembali mencoba mengakuisisi klub dengan harga yang lebih rendah.

Namun, laporan dari Daily Mail menegaskan bahwa tidak ada niat dari pihak Qatar untuk menghidupkan kembali minat tersebut.

Padahal, tawaran awal dari Sheikh Jassim mencapai £5 miliar dan disertai komitmen untuk melunasi seluruh utang klub. Namun, negosiasi tersebut kandas karena keteguhan pihak Qatar yang hanya tertarik pada akuisisi penuh, bukan sebagian kepemilikan seperti yang disetujui Ratcliffe.


Sikap Sir Jim Ratcliffe

Ketua Grup INEOS Inggris Sir Jim Ratcliffe (AFP/Valery Hache)

Di sisi lain, Ratcliffe yang kini memegang kendali penuh atas urusan sepak bola United belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur, meski performa tim menurun drastis.

Ia justru melancarkan berbagai langkah efisiensi, termasuk pemangkasan biaya besar-besaran dan pemutusan hubungan kerja, untuk mengatasi krisis finansial klub.

Kekalahan dari Tottenham di final Liga Europa semakin memperparah nasib Setan Merah, karena itu menjadi satu-satunya peluang terakhir mereka untuk lolos ke Liga Champions. Musim depan, Manchester United bahkan dipastikan absen dari kompetisi Eropa, baru yang kedua kalinya dalam tiga dekade terakhir.

Ketertarikan Timur Tengah terhadap sepak bola Eropa sebenarnya terus meningkat. Manchester City kini berada di bawah kepemilikan Abu Dhabi, sementara Newcastle diambil alih investor asal Arab Saudi. Qatar sendiri telah lama menjadi pemilik PSG, namun sejauh ini belum berhasil menembus pasar sepak bola Inggris secara langsung.

Sumber: Daily Mail

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya