Slondok Renteng Pak Mul: Camilan Tradisional yang Didorong Jadi Oleh-Oleh Andalan Hargobinangun

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Slondok Renteng Pak Mul menjadi salah satu UMKM yang menonjol di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

oleh FachriDiterbitkan 27 Mei 2025, 11:00 WIB
Anak-anak sedang memegang usaha UMKM Slondok Renteng Pak Mul. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Slondok Renteng Pak Mul menjadi salah satu UMKM yang menonjol di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. UMKM itu pun merupakan bagian dari ekosistem Desa BRILiaN.

Ya, UMKM milik Purwanto tersebut menunjukkan perkembangan pesar sebagai produsen camilan tradisional dengan produk andalan berupa slondok yang berbahan dasar singkong, di mana kini menjadi salah satu oleh-oleh dari Kalurahan Hargobinangun.

Selain slondok, usaha ini juga memproduksi keripik enthik, camilan lain yang digemari sebagai teman bersantai maupun buah tangan wisatawan.

“Usaha ini awalnya dirintis oleh kakek saya pada dekade 1960-an, lalu diteruskan orang tua. Saya sendiri mulai terlibat setelah lulus SMA pada tahun 2008,” ujar Purwanto.

Produk camilan ini dipasarkan melalui jaringan reseller yang mengambil langsung dari lokasi produksi, kemudian disalurkan ke berbagai pusat oleh-oleh di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain itu, produk juga tersedia untuk konsumen yang datang langsung. Sejak ditetapkan sebagai bagian dari program Desa BRILiaN, desa ini mencatat peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada penjualan produk UMKM lokal.

“Sejak menjadi Desa BRILiaN, terjadi peningkatan jumlah wisatawan ke desa ini. Hal itu terasa dampaknya ke penjualan, karena produk kami memang dibeli sebagai oleh-oleh. Kami juga sudah menggunakan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi,” ujarnya.

Berkembang Berkat Desa BRILian

Usaha UMKM Slondok Renteng Pak Mul. (Foto: Istimewa)

Usaha Slondok Renteng Pak Mul berkembang dalam ekosistem pemberdayaan desa, dengan dukungan dari instansi pemerintah dan karena lokasinya berada di wilayah yang menjadi bagian dari program Desa BRILiaN yang diinsiasi BRI.

Kini, usaha tersebut mampu mencatatkan omzet puluhan juta rupiah per bulan, yang digunakan untuk menunjang operasional produksi serta kebutuhan sehari-hari.

Sebagai informasi, Program Desa BRILiaN sendiri dikembangkan untuk membangun desa yang tangguh, produktif, dan berdaya saing melalui penguatan pada empat aspek utama. Pertama, BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Kedua, Digitalisasi dalam bentuk penerapan produk dan aktivitas keuangan berbasis teknologi. Ketiga, Sustainability, yakni mendorong desa agar mampu membangun secara berkelanjutan.

Dan keempat, Innovation, yang menumbuhkan budaya kreatif dalam menciptakan solusi berbasis potensi lokal.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya