IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham ENRG hingga AMRT Hari Ini 27 Mei 2025

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di level support 7.130-7.170 dan level resistance 7.200-7.250 pada perdagangan Selasa, (27/5/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 27 Mei 2025, 08:50 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara teknikal pada perdagangan Selasa (27/5/2025).

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi teknikal rebound. IHSG akan bergerak di level support 7.130-7.170 dan level resistance 7.200-7.250 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Dalam laporan Kiwoom Research, IHSG berpotensi melemah ke posisi 7.090 seiring moving average (MA) 10 harian menjadi level support terdekat. “Selanjutnya 7.000-6.940 lokasi MA20,” demikian seperti dikutip.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Energy Mega Persada Tbk (EMRG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Berikut rekomendasi teknikalnya:

  • ENRG Spec Buy dengan area beli di 218-220, cutloss di bawah 216. Target dekat di 224-230.
  • MDKA Spec Buy dengan area beli di 2.030-2.060, cutloss di bawah 2.000. Target dekat di 2.100-2.170.
  • BRIS Spec Buy dengan area beli di 2.940-2.960, cutloss di bawah 2.920. Target dekat di 3.000-3.070.
  • ADRO Spec Buy dengan area beli di 2.080-2.090, cutloss di bawah 2.050. Target dekat di 2.130-2.160.
  • MSIN Spec Buy dengan area beli di 545-560, cutloss di bawah 535. Target dekat di 570-585.
  • AMRT Spec Buy dengan area beli di 2.590-2.600, cutloss di bawah 2.560. Target dekat di 2.620-2.670.

 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 26 Mei 2025

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Senin (26/5/2025). Koreksi IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI,  IHSG ditutup turun 0,36% ke posisi 7.188,35. Indeks saham LQ45 menguat tipis 0,02% ke posisi 816,71. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.240,08 dan level terendah 7.129,38. Sebanyak 414 saham melemah sehingga bebani IHSG. 225 saham menguat dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.418.016 kali dengan volume perdagangan saham 35,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.235.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi turun 2,05%, dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham properti terpangkas 1,47%, sektor saham industri melemah 0,65%, sektor saham consumer siklikal susut 0,64%, sektor saham keuangan turun 0,63%, dan sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,35%.

Sementara itu, sektor saham energi bertambah 0,54%, sektor saham basic mendkai 0,60%, sektor saham kesehatan naik 0,345 dan sektor saham transportasi bertambah 0,07%.

 

Sentimen IHSG

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Senin (26/5/2025). Koreksi IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI,  IHSG ditutup turun 0,36% ke posisi 7.188,35. Indeks saham LQ45 menguat tipis 0,02% ke posisi 816,71. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.240,08 dan level terendah 7.129,38. Sebanyak 414 saham melemah sehingga bebani IHSG. 225 saham menguat dan 170 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.418.016 kali dengan volume perdagangan saham 35,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.235.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi turun 2,05%, dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham properti terpangkas 1,47%, sektor saham industri melemah 0,65%, sektor saham consumer siklikal susut 0,64%, sektor saham keuangan turun 0,63%, dan sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,35%.

Sementara itu, sektor saham energi bertambah 0,54%, sektor saham basic mendaki 0,60%, sektor saham kesehatan naik 0,345 dan sektor saham transportasi bertambah 0,07%.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya