Gizi Baik Pengaruhi Kemampuan Anak Belajar, Begini Penjelasannya

Edy Wuryanto mengaku menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 26 Mei 2025, 23:52 WIB
Amggota Komisi IX DPR Ri Edy Wuryanto. (Ist)

Liputan6.com, Blora Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyatakan pemenuhan gizi yang baik mempengaruhi proses dan kemampuan anak saat belajar. 

Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan individu. 

Tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental optimal, yang semuanya dipengaruhi oleh pola makan dan status gizi.

"Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makan siang bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah. Ini bukan sekadar soal makanan, tetapi sebuah investasi masa depan karena anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari,” ucap Edy Wuryanto saat sosialisasi MBG di Blora Jawa Tengah, Sabtu (24/5/2025).

DPR RI Edy Wuryanto mengaku menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

Program MBG menekankan visi bahwa SDM yang berkualitas adalah fondasi dari kemajuan bangsa. 

Manusia Unggul

Pemenuhan gizi yang baik menjadi inti dari visi ini karena gizi yang optimal sejak dini memiliki dampak langsung terhadap kemampuan anak dalam belajar, berprestasi, dan berkontribusi pada masyarakat. 

“Ibu hamil dan menyusui yang memperoleh akses terhadap makanan bergizi akan melahirkan generasi yang sehat, balita dan anak sekolah yang menerima makanan bergizi akan tumbuh optimal secara fisik dan mental, yang berdampak pada peningkatan prestasi akademik dan kapasitas berpikir kritis. Remaja dan dewasa yang terus mengonsumsi makanan bergizi akan berkontribusi lebih baik pada dunia kerja dan pembangunan nasional,” jelas Edy.

Untuk mencapai visi ini, Indonesia membutuhkan manusia yang unggul, berdaya saing global, dan mampu mendorong inovasi di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. 

Kualitas manusia yang unggul akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain penting di panggung global.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terbaru

      Berita Terkini Selengkapnya