Polisi Sebut Hasil Urine Pengemudi BMW yang Tabrak Mahasiswa UGM Negatif Alkohol dan Narkotika

Kasus kecelakan di Jalan Palagan, Kecamatan Ngaglik ini viral dan diberitakan keluarga penabrak menawarkan sebesar Rp1 miliar untuk bisa berdamai dengan keluarga.

oleh Kukuh SetyonoDiperbarui 27 Mei 2025, 07:09 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan Palagan Sleman, Sabtu (24/5) dini hari. Seorang pemuda pengendara motor tewas setelah ditabrak mobil BMW yang diduga dikemudikan dalam keadaan mabuk.

Liputan6.com, Yogyakarta - Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto memastikan pengemudi BMW bernopol B 1442 NAC, Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan yang menabrak Argo Ericko Achfandi pada Sabtu (24/5/2025) dini hari di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkotika. Baik Christiano maupun Argo merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kasus kecelakan di Jalan Palagan, Kecamatan Ngaglik ini viral dan diberitakan keluarga penabrak menawarkan sebesar Rp1 miliar untuk bisa berdamai dengan keluarga.

Disampaikan kronologi kecelakaan bermula dari melajunya mobil BMW yang dikemudikan Christiano dan motor Vario bernopol B 3373 PCG yang dikendarai Argo melaju dari arah selatan ke utara. Saat itu posisi motor Vario berada di depan mobil BMW.

Dari pantauan kamera pukul 01.00 WIB, menurut AKP Mulyanto, tetiba motor Vario putar balik dan hantaman dari tabrakan BMW tidak terhindari. Mobil BMW ini juga menabrak mobil CRV yang terparkir di kanan jalan.

“Terkait dugaan yang beredar, asumsi bahwasanya pengemudi mabuk. Saya sampaikan hasil pemeriksaan urin terhadap pengemudi negatif untuk kadar alkohol maupun narkoba. Ia hanya kurang konsentrasi. Saat ini penabrak dalam kondisi baik-baik saja dan dikenai wajib lapor,” kata AKP Mulyanto, Senin (26/5/2025).

Perihal apakah kecelakaan itu disebabkan laju mobil BMW dalam kecepatan tinggi? AKP Mulyanto menyatakan saat pihaknya belum bisa menyimpulkan karena keterangan penabrak maupun saksi berbeda. Jajarannya tengah mencari pembuktian dengan pemeriksaan bekas pengereman mobil.

Menurutnya, sebenarnya ini masuk kategori kecelakaan biasa. Namun karena viral di media sosial akhirnya banyak pihak yang memberi perhatian. Terlebih lagi, kedua orang yang terlibat sama-sama menempuh kuliah di UGM.

 

Mahasiswa UGM

Diketahui Argo adalah mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UGM, sedangkan Christiano adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Perwakilan dekan kedua fakultas juga sudah menemui polisi dan ini dianggap sebagai bentuk dukungan kepada Polres Sleman untuk tetap fokus secara profesional serta transparan dalam menangani kasus ini.

“Kami meminta kepada semua pihak tidak terprovokasi hal-hal yang tidak bertanggung jawab, berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Terkait dengan niatan keluarga penabrak yang menawarkan uang damai ke keluarga korban senilai Rp1 miliar dan menambah viral. AKP Mulyanto menegaskan sama sekali tidak mengetahui. Baginya wajar saja kalau keluarga penabrak menemui keluarga korban, karena ini menyangkut kemanusiaan.

Dihubungi, Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Kami mendukung penuh upaya penyelidikan yang adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya