Between Two Gates Kotagede, Potret Kerukunan di Tengah Pemukiman Tradisional Jawa

Istilah Between Two Gates berasal dari Tim Peneliti Jurusan Teknik Arsitektur UGM pada 1986. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini berarti di antara dua gerbang.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 30 Mei 2025, 12:00 WIB
Foto source: flicker

Liputan6.com, Yogyakarta - Between Two Gates berada di Jalan Masjid Besar No.905, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Wilayah ini dikenal sebagai pemukiman tradisional Jawa yang berada di antara dua gerbang.

Mengutip dari laman Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Between Two Gates atau Lawang Pethuk merupakan lingkungan terkecil dari permukiman yang bersifat semi tertutup. Lokasinya diapit dua gerbang pada kedua ujungnya.

Istilah Between Two Gates berasal dari Tim Peneliti Jurusan Teknik Arsitektur UGM pada 1986. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini berarti di antara dua gerbang.

Sesuai namanya, rumah-rumah tradisional di Between Two Gates memang berada di antara dua pintu gerbang. Hingga kini, bentuk dan tata ruang dari rumah-rumah tradisional tersebut tetap dipertahankan keasliannya.

Rumah-rumah tersebut juga menjadi bagian dari museum hidup (living museum) Kotagede, Museum Kotagede Intro Living Museum. Uniknya, bangunan di luar area Between Two Gates tidak memiliki karakter arsitektur tradisional Jawa seperti yang ada di area ini.

Satuan lingkungan Between Two Gates terbentuk dari sejumlah joglo yang terdiri dari dalem dan pendapa yang berjajar dalam satu deret. Rumah yang berderet saling berhadapan utara-selatan dan hanya dipisahkan lorong sempit.

Rumah yang saling berhadapan ini adalah milik satu orang. Adapun rumah induk berada di sisi utara menghadap ke selatan.

Untuk ukuran lebar jalan atau lorong di kawasan ini rata-rata berukuran 1,5-2,5 meter. Masuk ke dalam area Between Two Gates, terdapat pembagian zona ruang berupa ruang publik, privat, semi-publik, dan semi privat.

 

Budaya Rumah Jawa

Pembagian zona ini tetap mempertahankan budaya rumah Jawa. Ruang publik merupakan ruang yang dapat dilewati atau dimasuki oleh semua orang, seperti jalan atau lorong.

Ruang semi-publik adalah ruang yang hanya diperuntukkan bagi orang tertentu saja, seperti halaman rumah dan teras. Selanjutnya, ruang privat adalah ruang yang sangat pribadi dan hanya boleh digunakan oleh anggota keluarga saja. Sementara itu, ruang semi-privat dapat berupa ruang baca.

Kawasan pemukiman Beetween Two Gates membuka akses interaksi melalui Jalan Rukunan. Warga di pemukiman ini menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat, sehingga tetap berupaya membaur dan berinteraksi dengan anggota masyarakat lainnya.

Between Two Gates berbatasan dengan sebagian Kampung Alun-Alun di sisi selatan Pasar Kotagede. Kampung Alun-Alun dibentuk oleh dinding-dinding dan gerbang kecil yang mempertemukannya dengan gang-gang sempit sebagai penghubung antar kampung, salah satunya Between Two Gates.

Between Two Gates bukan sekadar pemukiman biasa. Kawasan ini merepresentasikan kerukunan warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya