Candi Kadisoka, Situs Cagar Budaya di Kabupaten Sleman yang Ditemukan 25 Tahun Lalu

Bagian pertama candi merupakan bagian pembingkai dinding batur. Bagian ini terdiri dari tiga lapisan. Selanjutnya, bagian kedua adalah pembingkai sisi genta (padma).

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 30 Mei 2025, 00:00 WIB
Candi Kadisoka (jogjacaga.jogjaprov.go.id)

Liputan6.com, Yogyakarta - Candi Kadisoka berada di Dusun Kadisoka, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Situs cagar budaya ini ditemukan pertama kali pada 2000.

Mengutip dari laman Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Candi Kadisoka memiliki denah segi empat dengan ukuran 6,9 x 6,49 meter. Bangunan candinya tersusun dari tiga bagian.

Bagian pertama candi merupakan bagian pembingkai dinding batur. Bagian ini terdiri dari tiga lapisan. Selanjutnya, bagian kedua adalah pembingkai sisi genta (padma). Sementara bagian ketiga adalah setengah bulatan (half round) yang terletak di atas bangunan batur.

Candi Kadisoka dibangun menghadap ke arah barat. Jika dilihat dari profil bangunan yang berupa perbingkaian sisi genta dan setengah lingkaran, bangunan ini berciri bangunan candi di Jawa Tengah.

Umumnya, bangunan candi di Jawa Tengah dan DIY dibangun sekitar abad ke-7 hingga 10 Masehi. Berdasarkan data stratigrafi yang ada di lingkungan sekitar candi, menunjukkan bahwa Candi Kadisoka terpendam oleh endapan vulkanik.

Endapan vulkanik adalah endapan sekunder yang merupakan luapan atau banjir lahar dari Sungai Kuning. Sungai ini berada di sebelah timur candi.

Proses pengendapan tersebut merupakan akibat banjir lahar dingin yang terjadi melalui dua tahap dengan selang waktu yang cukup lama. Kemungkinan, pengendapan tahap pertama juga menggenangi Candi Sambisari yang berada tak jauh dari Candi Kadisoka.

Pada banjir lahar dingin tahap pertama, Candi Kadisoka masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, Candi Kadisoka diperkirakan dibangun setelah Candi Sambisari.

Pada tengah lantai bilik Candi Kadisoka terdapat sumuran (perigi). Bagian dalamnya terdapat peripih berupa lempengan emas segi empat bergambar bunga teratai dan batu-batu mulia. Dari berbagai hasil temuan pada Candi Kadisoka, diperkirakan bahwa candi ini berlatar belakang agama Hindu.

Proses Penemuan Candi Kadisoka

Candi Kadisoka ditemukan pada 7 Desember 2000 oleh seorang penambang pasir. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY (sebelumnya Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta).

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPCB DIY pun langsung meninjau lokasi penemuan. Pada 2001, BPCB DIY melakukan kegiatan penggalian (ekskavasi) dan penyelamatan.

Dari kegiatan ekskavasi, berhasil menampakkan seluruh bagian candi sisi timur. Adapun struktur bangunan yang ditemukan di Kadisoka adalah bagian kaki candi setinggi 1,25 meter. Kaki candi tersebut terdiri dari lima lapis batu yang strukturnya terbuat dari batu andesit.

Saat ini, Candi Kadisoka telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kabupaten Sleman sesuai dengan Keputusan Bupati Nomor 14.7/Kep.KDH/A/2017.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya