Rekap La Liga 2024/2025: Lolos Eropa, Zona Degradasi, dan Penghargaan Individu

La Liga Musim 2024/2025 resmi berakhir dengan segudang drama dan dinamika di semua lini klasemen, mulai dari gelar juara, tiket kompetisi Eropa, hingga zona degradasi

oleh Asad ArifinDiperbarui 26 Mei 2025, 09:22 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Barcelona pada jornada 35 La Liga Spanyol 2024/2025 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Minggu (11/5/2025) malam WIB. Kylian Mbappe mencetak hattrick dalam laga ini, tetapi Real Madrid kalah 3-4 dalam laga El Clasico itu. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta La Liga Musim 2024/2025 resmi berakhir dengan segudang drama dan dinamika di semua lini klasemen, mulai dari gelar juara, tiket kompetisi Eropa, hingga zona degradasi. Sejumlah tim menorehkan kisah sukses, sementara yang lain harus menerima kenyataan pahit.

Barcelona, yang sempat terseok-seok pada fase awal musim, tampil luar biasa dan menjadi juara. Pasukan Hansi Flick menutup persaingan dengan raihan 88 poin, unggul empat poin dari Real Madrid yang ada di bawahnya.

Barcelona juga punya catatan impresif lain. Frenkie de Jong dan kolega mampu mencetak 102 gol, paling banyak dibanding tim lain. Gawang Barcelona juga hanya kebobolan 39 kali, peringkat ke-4 yang paling sedikit kebobolan.

Sementara, cerita pedih dirasakan oleh Real Valladolid. Sebab, mereka jadi tim pertama yang dipastikan turun kasta pada musim 2024/2025. Valladolid hanya meraih 16 poin, empat kali kali menang dari 38 laga yang dimainkan sepanjang musim!


Mereka yang Berlaga di Eropa

Pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Robert Lewandowski dalam kemenangan 3-0 atas Athletic Biilbao dalam laga jornada 38 La Liga Spanyol 2024/2025 di San Mames, Senin (26/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Miguel Oses)

Seperti di Premier League, ada lima tim dari La Liga yang berlaga di Liga Champions lewat jalur klasemen. Selain itu, La Liga juga akan mengirim dua wakil ke Liga Europa (berpotensi bertambah jika Real Betis juara UEFA Conference League).

Lolos Liga Champions

  • Barcelona
  • Real Madrid
  • Atletico Madrid
  • Athletic Bilbao
  • Villarreal

Liga Europa

  • Real Betis
  • Celta Vigo
  • Rayo Vallecano

Zona Degradasi dan Tim yang Promosi

Pemain tengah Atletico Madrid asal Spanyol Marcos Llorente dan pemain depan Real Valladolid asal Senegal Mamadou Sylla berebut bola selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Real Valladolid FC di Stadion Metropolitano di Madrid pada 14 April 2025.Pierre-Philippe MARCOU / AFP

Di sisi lain klasemen, tiga tim harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Segunda Division. Leganes, yang baru promosi musim lalu, gagal bertahan dan kembali turun kasta.

Las Palmas, meski sempat tampil menjanjikan di awal musim, tidak mampu menjaga konsistensi performa. Nasib serupa juga dialami Real Valladolid, yang tidak mampu keluar dari tekanan zona merah meski melakukan pergantian pelatih di paruh kedua musim.

Dari Segunda División, dua tiket promosi langsung sudah diklaim oleh Levante. Levante tampil luar biasa sepanjang musim, mengoleksi 76 poin dan menjadi tim paling produktif di kompetisi.

Dua tiket tersisa akan diperebutkan melalui klasemen dan jalur play-off. Tim peringkat kedua akan otomatis promosi ke La Liga 2025/2026. Tim peringkat ke-3 hingga 6 akan berjuang lewat babak play-off.


Gelar Individu untuk Kylian Mbappe dan Jan Oblak

Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, berhasil menghalau bola saat adu penalti melawan Inter Milan dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Estadio Metropolitano, Kamis (14/3/2024). (AFP/Thomas Coex)

Musim ini menjadi panggung pembuktian bagi Kylian Mbappe, yang sukses merebut sepatu emas La Liga dengan torehan 31 gol. Gelar top skor ini sekaligus membuat Mbappe melanjutkan tradisi yang sudah diukir di Ligue 1.

Di sektor pertahanan, Jan Oblak kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Penjaga gawang Atletico Madrid itu dianugerahi Trofi Zamora, penghargaan untuk kiper dengan rasio kebobolan terbaik.

Dalam 36 penampilan, Oblak hanya kebobolan 30 gol, atau rata-rata 0,83 gol per pertandingan, sebuah capaian impresif yang menjadi fondasi solid bagi pertahanan Los Rojiblancos musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya