Liputan6.com, Yogyakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman angkat bicara terkait polemik yang dihadapi para pengendara ojek online. Ia menegaskan dukungannya terhadap para driver agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. "Kita harus mendukung dan memberikan peluang kepada seluruh ojek online di Indonesia agar mereka tetap bisa beraktivitas," ujar Maman saat ditemui di Yogyakarta.
Maman juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara aplikator dan pengendara ojek online. Menurutnya, keduanya adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan. "Ojek online harus kita jaga, aplikatornya juga harus kita jaga. Kalau aplikator tidak dijaga kemudian tutup, maka ojek online tidak punya pekerjaan. Begitu juga sebaliknya. Ini seperti dua sisi mata uang, jadi keduanya harus kita rawat," jelasnya.
Advertisement
Terkait bagi hasil yang selama ini menjadi sorotan, Maman mengimbau para pengendara agar tidak bergantung kepada satu aplikator. Menurutnya, jika ada aplikator yang memberikan potongan besar dan tidak sesuai dengan harapan driver, maka mereka bisa beralih ke aplikator lain yang menawarkan skema bagi hasil lebih adil. "Kalau memang GOTO tidak bersedia memberikan potongan yang wajar, ya ditinggalkan saja. Masih ada kok aplikator lain yang memberikan bagi hasil sekitar 10 persen, bahkan ada yang di bawah 15 persen," ungkapnya.
Maman juga menyoroti keberadaan aplikator lokal di Yogyakarta yang mengedepankan kearifan local, aplikator ini, kata Maman, hanya mengambil potongan sebesar 6 persen dari penghasilan ojek online. Selain itu, Maman menyebutkan pihak Kementerian UMKM tengah menyiapkan payung hukum untuk melindungi para pengendara ojek online. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat posisi para driver di tengah ekosistem industri transportasi berbasis aplikasi. "Kita akan siapkan aturan agar semua pihak terlindungi dan ekosistem ini berjalan dengan sehat," pungkas Maman.