Jubir Prabowo Tanggapi soal Ormas GRIB Jaya Duduki Lahan BMKG di Tangsel

Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi belum mengetahui soal pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 23 Mei 2025, 19:30 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi angkat bicara terkait demo mahasiswa pada Senin (17/2/225) di berbagai daerah yang memviralkan tagar Indonesia Gelap. (Liputan6.com/ Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi belum mengetahui soal pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya.

Dia berjanji akan mengecek dugaan kasus pendudukan lahan milik BMKG oleh GRIB Jaya tersebut.

"Aku belum dengar, nanti aku cek ya," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Kendati begitu, dia memastikan bahwa kepolisian tengah masih melakukan penegakan pemberantasan aksi premanisme dalam beberapa waktu terakhir. Tak hanya yang memberantas premanisme bersifat perorangan, namun juga kelompok.

"Yang pasti adalah kurang lebih 2 minggu, 1minggu terakhir ini kan betul-betul teman-teman kepolisian, Bapak Kapolri dengan seluruh jajaranya secara masif melakukan penegakan pemberantasan aksi premanisme ini kan," ujarnya.

"Ada yang bersifat perorangan, ada yang bersifat kelompok-kelompok termasuk sebagaimana yang minggu lalu kami sampaikan yang dikemas dalam bentuk-bentuk organisasi-organisasi masyarakat kan," sambung Menteri Sekretaris Negara itu.

 

Berantas Premanisme

Prasetyo menyebut bahwa pemberantasan aksi premanisme menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menciptakan ketertiban masyarakat dan iklim usaha. Dia menekankan bahwa aksi premanisme menganggu iklim investasi di Indonesia.

"Semua pihak harus menyadari bahwa aksi-aksi premanisme di seluruh leveling tadi dan seluruh jenis variasi itu akan mengganggu iklim investasi dan mengganggu ketertiban masyarakat," tutur Prasetyo.

Sebelumnya, Polisi masih menyelidiki penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya.

Penyelidikan dilakukan usai kepolisian menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 3 Februari 2025.

"Kami membenarkan bahwa kami telah menerima sebuah laporan polisi dan saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Pelapornya adalah salah seorang pegawai dari BMKG. Kami membenarkan itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (23/5/2025).

 

Enam Orang Dilaporkan

Dalam kasus ini, ada enam orang yang dilaporkan, J, H, AF, K, B, MY, dan B. Adapun, tiga di antaranya merupakan anggota ormas Grib Jaya

"AF, K dan MY ini diduga adalah anggota Ormas, dari Ormas berinisial GJ (Grib Jaya," ucap dia.

Mereka diduga memasang plang bertuliskan klaim kepemilikan lahan milik BMKG seluas 127.780 meter persegi di kawasan Pondok Betung, Tangerang Selatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya