Liputan6.com, Jakarta - Ratusan karyawan berkumpul dalam sebuah acara yang berbeda dari biasanya di Ruang Wahyu Hagono, Kantor PERURI Karawang, Jawa Barat (Jabar) dengan suasana hangat dan penuh inspirasi.
Advertisement
Bukan rapat, bukan pelatihan teknis, namun Peruri Own Voice (POV) Playbook Series, sebuah program komunikasi yang bertujuan menjadikan suara karyawan sebagai kekuatan utama dalam membangun citra perusahaan.
Menurut Direktur Utama PERURI Dwina Septiani Wijaya, program yang baru pertama kali diluncurkan ini mengusung tema 'Inspire Change from The Inside Out'.
"Bekerja di PERURI bukan sekadar menjalankan kewajiban atau mencari nafkah, tetapi sebuah bentuk tanggungjawab yang lebih besar terhadap keluarga, masyarakat, dan negara," ujar Dwina dalam pesan sambutannya yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (11/8/2025).
"Setiap Insan PERURI membawa harapan bagi orang-orang terdekatnya. Kebanggaan menjadi bagian dari PERURI harus tumbuh dari kesadaran bahwa pekerjaan kita hari ini adalah warisan nilai dan kontribusi yang akan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang," sambung dia.
Dwina menjelaskan, Peruri Own Voice (POV) memiliki visi besar untuk menjadikan karyawan sebagai penggerak utama perubahan.
"Lewat konten -konten yang dibuat sendiri oleh karyawan, baik dalam bentuk video, tulisan maupun gambar, POV mendorong lahirnya narasi -narasi orisinal yang mencerminkan budaya, nilai, dan arah strategis perusahaan. Konsep ini dikenal sebagai Employee-Generated Content (EGC)," papar dia.
Dwina mengatakan, POV Playbook Series turut menghadirkan dua narasumber inspiratif dengan tema personal branding dan storytelling.
"POV merupakan gerakan (movement) untuk mengajak karyawan terlibat aktif dalam membangun reputasi perusahaan dari dalam. Sebab, suara karyawan yang tulus dan apa adanya dapat lebih dipercaya publik," kata dia.
"Inilah bentuk nyata dari employee advocacy, saat karyawan menjadi wajah dan juru bicara yang paling autentik bagi perusahaan tempat mereka bekerja," sambung Dwina.
Terbuka untuk Seluruh Karyawan
Dwina menyebut, POV hadir sebagai ruang berbagi, ruang tumbuh, dan ruang inspirasi. Melalui program ini, PERURI berharap dapat membangun loyalitas yang lebih kuat dari para insan perusahaan, memperkuat employer branding, serta memperluas jangkauan komunikasi internal yang inklusif dan dinamis.
"Program ini terbuka bagi seluruh karyawan aktif, baik organik, PKWT, maupun peserta magang. Ke depannya, POV akan terus digulirkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pembuatan konten, aktivasi kampanye internal, hingga pelatihan dan kolaborasi antar-divisi," uca dia.
"Semuanya demi satu tujuan menjadikan PERURI tidak hanya unggul dalam produk dan layanan, tetapi juga dalam nilai, cerita, dan semangat orang-orang di dalamnya. Karena di era sekarang, suara paling kuat bukan datang dari luar melainkan dari dalam. Dan hari ini, PERURI telah memilih untuk mendengarkan, merangkul, dan membesarkan suara itu," tutup Dwina.
Sementara itu, Vena Annisa, seorang pakar komunikasi, membuka sesi dengan membahas pentingnya membangun personal branding secara otentik.
"Personal branding bukan soal pencitraan, tapi soal nilai yang bisa kita berikan kepada orang lain. Personal branding adalah proses atau tindakan strategis untuk membangun dan mengelola persepsi orang lain tentang siapa anda, apa nilai-nilai anda, dan apa yang membuat anda unik," ucap Vena.
Sesi selanjutnya dilengkapi dengan penampilan spesial dari Raditya Dika, komedian, penulis, dan filmmaker yang dikenal luas lewat karya -karyanya yang menyentuh dan jenaka.
Dengan gayanya yang khas, Radit membagikan pengalaman kreatifnya dalam menciptakan cerita. Menurutnya, semua karyanya mulai dari novel hingga film berakar dari satu hal: kegelisahan pribadi.
"Menulis adalah fondasi dari semua bentuk bercerita. Dari tulisan bisa lahir novel, cerpen, lagu, bahkan film. Bahan bakunya adalah kegelisahan. Kalau kalian bingung mau mulai dari mana, mulai dari apa yang bikin kalian resah," tutur Radit yang juga memberikan sesi tanya jawab dan membagikan ide-ide konten yang bisa digarap karyawan.