Mengenal 4 Jenis Obat Kumur dengan Berbagai Kandungan dan Kegunaannya

Menurut Kepala Unit Kesehatan IPB University, drg Titik Nurhayati, obat kumur hadir dengan berbagai kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penggunanya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 23 Mei 2025, 11:00 WIB
Mengenal 4 Jenis Obat Kumur dengan Berbagai Kandungan dan Kegunaannya. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan obat kumur setelah menyikat gigi memiliki fungsi ganda, yakni membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri yang mungkin terlewat saat menyikat gigi. Sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Menurut Kepala Unit Kesehatan IPB University, drg Titik Nurhayati, obat kumur hadir dengan berbagai kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penggunanya. Beberapa jenis obat kumur yang umum meliputi:

Obat Kumur Fluoride 

Obat kumur fluoride efektif dalam mencegah gigi berlubang dengan memperkuat lapisan terluar gigi atau enamel.

Sangat dianjurkan bagi pengidap xerostomia (mulut kering) karena kondisi ini memicu perkembangan bakteri yang lebih cepat.

Obat Kumur Peradangan Gusi 

Obat kumur peradangan gusi mengandung chlorhexidine, sebuah antiseptik yang bekerja melawan bakteri di mulut dan membantu meredakan pendarahan pada gusi. Penggunaannya harus sesuai anjuran dokter dan tidak untuk pemakaian jangka panjang.

Obat Kumur Pemutih Gigi

Obat kumur pemutih gigi alias whitening mengandung hidrogen peroksida, zat pengoksidasi yang memiliki sifat desinfektan, antivirus, dan antibakteri.

American Dental Association (ADA) mengakui efektivitas hidrogen peroksida dalam membantu memutihkan gigi. Namun, penggunaannya harus di bawah resep dokter dengan konsentrasi tidak lebih dari 1,5 persen.

Obat Kumur Plak Gigi 

Studi menunjukkan bahwa cetylpyridinium chloride yang terkandung dalam obat kumur efektif mengurangi plak gigi dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan chlorhexidine.

“Pemilihan obat kumur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu, seperti mengatasi gigi berlubang, peradangan gusi, memutihkan gigi, atau menghilangkan plak,” jelas Titik mengutip laman IPB University, Jumat (23/5/2025).

 

 

Tak Sarankan Langsung Pakai Obat Kumur Setelah Gosok Gigi

Kendati demikian, Titik  menyarankan obat kumur sebaiknya tidak digunakan langsung setelah menyikat gigi agar efektivitas fluoride dalam pasta gigi tidak berkurang. Saat berkumur, lakukan selama 30 detik dan jangan menelan cairan obat kumur.

“Kandungan dalam obat kumur umumnya aman digunakan selama mengikuti dosis dan anjuran dari dokter. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang sangat dianjurkan,” ujarnya.

Titik menerangkan, perawatan gigi memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan mulut dan memastikan gigi dapat berfungsi dengan baik.

Merawat kesehatan gigi dengan baik dan benar dapat dilakukan dengan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, menggunakan teknik yang tepat dan pasta gigi berfluoride.

“Upaya ini melibatkan serangkaian tindakan, termasuk menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang efektif, penggunaan pasta gigi berfluoride, berkumur dengan cairan obat kumur setelah menyikat gigi, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” pungkasnya.

Infografis Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya