Longsor dan Banjir Bandang di Pegunungan Arfak Papua Barat, 15 Orang Tewas 4 Masih Hilang

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, memakan banyak korban jiwa.

oleh Tim RegionalDiperbarui 23 Mei 2025, 08:12 WIB
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, memakan banyak korban jiwa. (Liputan6.com/ Dok Basarnas Manokwari)

 

Liputan6.com, Jayapura - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, memakan banyak korban jiwa. 

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Kepala Badan SAR Nasional Manokwari Yefri Sabaruddin di Catubouw, Kamis (22/5/2025) mengatakan, tim berhasil menemukan lima korban yang tertimbun material longsor sekira pukul 11.30 WIT.

Jenazah lima korban dievakuasi menggunakan ekskavator setelah itu dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat di Manokwari untuk dilakukan proses identifikasi.

"Operasi SAR hari keenam, tim gabungan menemukan lima korban tertimbun material longsor," kata Yefri seeprti dikutip dari Antara.

Dengan penemuan tersebut, Tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 15 dari 19 korban yang dinyatakan hilang pascabanjir bandang dan tanah longsor pada 16 Mei 2025 pukul 21.00 WIT.

Operasi pencarian terpaksa dihentikan karena terkendala cuaca ekstrem, dan akan kembali dilanjutkan pada Jumat (23/5) karena masih terdapat empat korban yang belum ditemukan.

"Ada 24 korban. Empat selamat, satu meninggal setelah bencana, 19 orang hilang. Sejak operasi hari ketiga sampai hari kelima, 15 sudah ditemukan," kata dia.

 

 

Nama-Nama Korban

Dia menyebut bahwa pelaksanaan operasi SAR hari kelima melibatkan sebanyak 96 personel gabungan yang terdiri atas Basarnas 15 personel, dan Polres Pegunungan Arfak 30 personel.

Kemudian, Kodim 1812/Pegunungan Arfak 21 personel, Polda Papua Barat 17 personel, BPBD Provinsi Papua Barat 10 personel, dan BPBD Kabupaten Pegunungan Arfak 3 personel.

"Tim SAR gabungan dibagi menjadi empat tim yaitu, dua tim pencari, satu tim evakuasi, dan satu tim pemantau cuaca," jelas Yefri.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, seluruh jenazah akan dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Ada sepuluh sudah teridentifikasi yaitu, Harun Maidodga, Yoseph Ermilianus Efrem, Porman Takaliumang, Okden Wote, Joni Rahawari, dan Oce Takaliumang sedangkan sisanya masih dalam proses.

"Kalau empat orang yang selamat itu, Fretswan Unas, Juandi Takaliumang, Yeskiel Takaliumang, dan Karunyak Takaliumang," kata Ignatius.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya