Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester United, Ruben Amorim mengomentari unggahan Alejandro Garnacho baru-baru ini. Ia menyebut bahwa apa yang didapat sang pemain merupakan buah dari kelakuannya sendiri.
Dini hari tadi, Manchester United berhadapan dengan Tottenham di Final Liga Europa 2024/2025. Di laga itu, Garnacho tidak dimainkan sebagai starter oleh Ruben Amorim.
Advertisement
Sang pelatih lebih memilih memainkan Mason Mount sebagai starter. Sementara Garnacho baru dimasukkan di pertengahan babak kedua.
Sang winger pun marah akan keputusan sang manajer. Ia mengungkapkan kekesalahannya melalui akun media sosial.
Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Merasa Tidak Dihargai
Melalui akun instagramnya, Garnacho mengungkapkan kekesalannya. Ia merasa tidak dihormati karena hanya dimainkan sebagai pemain cadangan.
"Hingga partai final, saya selalu bermain di setiap babak. Saya selalu mencoba untuk membantu tim ini," tulis Garnacho.
"Ketika partai final itu tiba, saya hanya bermain selama 20 menit? Saya tidak tahu kenapa bisa begini dan saya rasa ini akan memberikan dampak bagi saya tentu saja."
Salah Sendiri
Dalam wawancara terpisah, Amorim ditanyai mengenai komentar Garnacho tersebut. Ia menyebut bahwa sang winger dicadangkan itu merupakan konsekuensi dari performanya.
Ia menyebut sang winger melewatkan peluang emas di babak semifinal. Sehingga ia memutuskan untuk mencadangkan Garnacho.
"Mudah baginya berkata seperti itu. Siapa yang gagal menuntaskan peluang emas di babak pertama pada semifinal kemarin? Itu Garnacho," pungkasnya.
Berpotensi Cabut
Dengan situasi ini, Garnacho berpotensi untuk meninggalkan Manchester United. Ada beberapa klub top Eropa yang siap mengangkut sang winger di musim panas nanti.
Sebut saja Napoli, Chelsea dan Juventus dikabarkan siap mengamankan jasa pemain Timnas Argentina tersebut.
Sumber: MUTV