Anjing Vs Ular Jumbo: Kisah Konflik Tetangga yang Berakhir Denda

Gara-gara sebel anjing tetangga berisik, seorang pria melepaskan ular di kondominium tempat tinggalnya di Bangkok, Thailand.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 22 Mei 2025, 21:32 WIB
Sebuah video yang diunggah di Facebook menunjukkan ular itu merayap di lantai marmer gedung kondominium. (Screenshot เจ๊ม้อย v+/YouTube)

Liputan6.com, Bangkok - Meski sudah beberapa kali mengeluh kepada pengelola apartemen selama bertahun-tahun, seorang pria di Thailand terpaksa terus menghadapi gangguan akibat anjing tetangganya yang berisik di sebuah kondominium yang sebenarnya melarang penghuni memelihara hewan peliharaan.

Merasa frustasi, pria itu pun memutuskan mengambil tindakan sendiri dan memutuskan untuk "melawan api dengan api"—dengan melepaskan dua ular besar di koridor gedung tempat tinggalnya di Bangkok.

Sebuah video yang diambil oleh pemilik ular dan diunggah di Facebook menunjukkan kedua reptil berukuran jumbo itu melata di lantai marmer gedung, dengan satu ular terlihat melingkar di depan pintu kayu.

"Hari ini saya bawa dua. Besok saya akan bawa lebih banyak," kata pria itu, menurut laporan Bangkok Post seperti dikutip dari The Straits Times, Kamis (22/5/2025).

"Saya tidak bisa membawa yang lebih besar hari ini," imbuh pria tersebut.

 

Pemilik Ular Kirim Pesan di Grup

Ilustrasi chatting, pesan WA, WhatsApp. (Image by jcomp on Freepik)

Pemilik ular juga dikabarkan mengirim pesan di grup chat penghuni, meminta orang lain membawa kucing dan anjing mereka untuk bermain.

"Hewan peliharaan saya ingin menunjukkan kasih sayang dengan memeluk anjing Anda begitu erat sampai mereka tidak bisa menggonggong," ujarnya, seperti dilaporkan surat kabar Thailand Khaosod.

"Karena pengelola tidak bisa menangani ini, saya juga akan pelihara hewan. Mari kita ubah tempat ini jadi Safari World."

Meski kondominium tersebut memiliki aturan larangan hewan peliharaan, beberapa penghuni tetap memelihara anjing dan kucing, yang menyebabkan gangguan. Pemilik ular mengatakan tidak ada perubahan situasi meski sudah melaporkan keluhannya kepada pengelola gedung, menurut Bangkok Post.

Menanggapi insiden tersebut, pengelola akhirnya mengirim peringatan tertulis dan memerintahkan pemilik ular untuk mengeluarkan reptil itu dari gedung.

Sementara itu, pemilik anjing didenda 10.000 baht (sekitar Rp 4,9 juta) karena melanggar aturan dan juga diperintahkan untuk mengeluarkan anjingnya dari gedung.

"Kami meminta maaf atas kejadian ini dan meminta semua penghuni untuk tidak memelihara hewan," kata pengelola.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya