Liputan6.com, Surabaya - TikToker dengan nama akun @Bigmo baru-baru ini membuat heboh dengan kritikannya yang menyebutkan Surabaya Kota Ter-L dan jaringan internet yang lemot. Akun TikTok tersebut juga mengaku bingung mau kolaborasi konten dengan siapa di Surabaya.
Advertisement
Kritikan itu mendapat respons menohok dari Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Melalui akun Instagram resminya, Armuji menegaskan, wajar jika akses menuju tempat-tempat di Surabaya bisa memakan waktu lama, mengingat Surabaya merupakan kota terluas kedua di Indonesia.
"335,28 kilometer, jenenge kota yang begitu luas, perlu dimaklumi," katanya.
Tak hanya samapi situ, Armuji juga membantah pernyataan akun TikTok @Bigmo yang mengatakan, sinyal internet di Surabaya lemot. Kota Surabaya, katanya, sudah menggunakan akses 5G.
"Surabaya lemot itu gak masuk akal, hape mu itu loh sudah jadul, hape masih 2G kamu bawa ke sini," katanya dalam bahasa Jawa.
Soal di Surabaya tidak ada influencer yang bisa diajak kolaborasi, Armuji mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada tahun 2024 mencapai 84,69, yang berarti tertinggi di Jawa Timur. IPM yang tinggi, katanya, menandakan kualitas hidup yang baik, dengan ditunjang akses pendidikan, kesehatan, serta standar hidup yang layak.
"Iki Suroboyo rek," katanya.
Memahami Ada Kekurangan dan Terus Berbenah
Dirinya juga membantah di Surabaya tidak ada influencer. Menurutnya banyak influencer Surabaya, ada Firza, Dono, Andy Sugar.
"Tapi kalau kamu mau FYP ada yang namanya Aan, nanti tak kenalin agar FY bareng Aan,” katanya.
Terkait kritikan TikToker tersebut, Armuji memahami memang Surabaya masih ada kekurangan dan akan terus berbenah, namun jangan juga melupakan kelebihan yang sudah dimilikinya
"Ini Surabaya, makanya jangan cari gara-gara dengan orang Surabaya. Kalau main ke Surabaya jangan lupa kamu tanya yang jelas, yang benar, jangan asal bicara saja," katanya.