Liputan6.com, Jakarta Meski belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, Desa Wunut yang terletak di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, memiliki potensi besar yang layak diperhitungkan. Dengan pengelolaan yang baik dari pemerintah desa dan BUMDes, desa ini mampu menghadirkan berbagai inisiatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan warganya.
Di area seluas 110,5 hektar, Desa Wunut dikenal dengan sumber mata air yang begitu luar biasa. Potensi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh warganya untuk membangun wisata air yang kemudian berkontribusi pada roda ekonomi masyarakatnya sendiri, yaitu Umbul Pelem.
Advertisement
Menurut Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, pembangunan Umbul Pelem sudah dimulai sejak taun 2016 yang memanfaatkan dana desa. “Dulu di daerah tersebut hanya ada hamparan selada air. Lalu setelah dana desa, kita mulai berpikir untuk merancang mau digunakan untuk apa. Kalau desa yang lain kan ada yang membuat jalan dan sebagainya. Tapi kami memilih fokus membangun wisata air Umbul Pelem itu,” terang Iwan.
Umbul Pelem berada di bawah pengelolaan BUMDes Sumberkamulyan. Menurut Ketua BUMDes Sumberkamulyan, Sariyanto atau yang biasa disapa Ari, Umbul Pelem merupakan satu-satunya unit usaha yang digeluti hingga sekarang.
“Karena potensi desa kami ini yang terbesar adalah mata air, jadi yang dikembangkan di sisi wisata air. Kami memang sengaja fokus di situ. Kalau sisi peternakan, kami masih merintis dan mencoba untuk ketahanan pangan. Karena prinsip BUMDes kami fokus satu per satu, jadi kami memang ingin menyempurnakan yang ada dulu baru kemudian membuat terobosan baru,” ungkap Ari.
Biarpun demikian, BUMDes Sumberkamulyan sejak 2 tahun lalu sudah memulai proses pembangunan Wisata Syari Umbul Gedhe yang rencananya akan di-launching tahun ini.
“Sebenarnya konsepnya hampir sama yaitu sama-sama wisata air. Namun bedanya, kalau Umbul Pelem ini kan untuk umum ya, fokusnya memang pada anak-anak karena kami banyak permainan anak. Kalau di Umbul Gedhe akan ada kolam renang syari yang tertutup khusus perempuan. Jadi kalau ada pencinta olahraga air yang ingin menikmati berenang di tempat khusus perempuan, bisa ke Umbul Gedhe,” lanjut Ari kemudian.
Viral karena Bagi-Bagi THR untuk Warga
Desa Wunut mencuri perhatian berbagai media di tanah air karena berita viralnya terkait bagi-bagi THR warga. Terkait hal tersebut, menurut Iwan selaku Kepala Desa bercerita bahwa hal ini sudah menjadi tradisi sejak tahun 2023 lalu.
“Bagi-bagi THR ini sudah kami lakukan sejak 2023. Jadi hasil dari pengelolaan Umbul Pelem itu kan program utama yang saya canangkan adalah perlindungan diri atau jaminan sosial. Awalnya saya mendaftarkan perangkat desa, BPD, ketua RT/RW ke program BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKN dan JHT di tahun 2018. Lalu seiring berjalannya waktu dan pendapatan kami bertambah, di tahun 2020 kami mendaftarkan semua kepala keluarga di program BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2021 kami mulai daftarkan juga semua pekerja perempuan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Nah, tahun 2022 warga kami yang belum punya BPJS Kesehatan, kamu daftarkan juga. Karena perlindungan diri sudah tercapai, akhirnya di tahun 2023 kami mulai memberikan bantuan tunai langsung berupa THR itu di momen Ramadan,” ungkap Iwan.
Semua dana yang digunakan untuk program tersebut menurut Iwan diambil dari penghasilan Umbul Pelem yang pada tahun 2024 lalu mencatatkan omset sebesar Rp6 miliar. Ia pun menambahkan, tujuan diadakan program jaminan sosial ini adalah agar pemerintah desa bisa hadir untuk warganya, baik itu ketika ada yang sakit, meninggal, atau di momen penuh suka cita seperti Idulfitri. Adapun besaran THR yang diberikan untuk warga adalah Rp200.000 per jiwa.
Kerja Sama dengan BRI untuk Mengembangkan Desa
Desa Wunut merupakan salah satu peserta yang pernah ikut berkompetisi dalam Program Desa BRILian dari BRI. Banyak pelajaran berharga yang menurutnya sangat bermanfaat untuk mengelola dan mengembangkan desa.
“Semua program Desa BRILian itu sangat baik dan mengedukasi. Namun sayangnya saat itu saya kurang fokus karena masih terfokus pada pengembangan wisata umbul yang kami jalani. Meskipun begitu, manfaatnya tetap dirasakan hingga saat ini,” jelasnya.
Namun, menurut Iwan, kerja sama dengan BRI tetap terus dilakukan hingga saat ini. Baru-baru ini, pihak desa mendapatkan bantuan berupa branding loket tiket Umbul Pelem dari BRI, termasuk fasilitas pembayaran seperti mesin EDC dan QRIS.
“Selain itu, jika nanti kolam renang syari Umbul Gedhe ini sudah mulai beroperasi, rencananya penghasilan dari kolam tersebut akan kami sisihkan 30% untuk tabungan masyarakat, di mana kami menggunakan rekening BRI. Jadi, kami sangat berharap ke depannya akan ada kerja sama lain yang bisa terjalin dengan BRI maupun pihak lain, baik itu dalam bentuk CSR dan lainnya. Karena saya melihat ada banyak potensi desa yang bisa kami kembangkan,” tutup Iwan.
Sebagai informasi, program Desa BRILian merupakan program pemberdayaan desa yang dilakukan oleh BRI sejak tahun 2020. Program Desa BRILiaN telah diikuti 3.957 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.
Pada kesempatan terpisah, Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama mengungkapkan, “Program pemberdayaan Desa BRILiaN ini merupakan wujud nyata BRI yang terus berkomitmen untuk meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat. Perseroan berharap program seperti ini dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi peningkatan kualitas pengelolaan desa,” pungkasnya.