5 Poin Penting Usai Kekalahan Liverpool dari Brighton: Mohamed Salah Masih Sanggup Pecahkan Rekor?

Dalam laga tandang terakhirnya musim ini di Premier League, Liverpool harus menelan kekalahan 2-3 dari Brighton, Selasa (20/5/2025) dini hari WIB. Meski hasil tak memihak, sejumlah eksperimen Arne Slot membuka secercah harapan menjelang musim panas.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 20 Mei 2025, 07:59 WIB
Selebrasi skuad Liverpool dalam laga Premier League versus Brighton, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta Dalam laga tandang terakhirnya musim ini di Premier League, Liverpool harus menelan kekalahan 2-3 dari Brighton, Selasa (20/5/2025) dini hari WIB. Meski hasil tak memihak, sejumlah eksperimen Arne Slot membuka secercah harapan menjelang musim panas.

Liverpool sebenarnya sempat membuka keunggulan lebih dulu lewat gol cepat Harvey Elliott pada menit ke-10, hasil dari kerja sama tim yang apik. Namun, Brighton tak tinggal diam.

Yasin Ayari mencetak gol penyama di pertengahan babak pertama, dan Dominik Szoboszlai kembali membawa Liverpool unggul lewat gol indah menjelang jeda turun minum.

Di babak kedua, Kaoru Mitoma kembali menyamakan kedudukan untuk tuan rumah. Dan saat laga tampak akan berakhir imbang, pemain muda Jack Hinshelwood muncul sebagai pahlawan Brighton dengan gol kemenangan yang sempat melalui proses panjang pemeriksaan VAR.

Berikut lima poin pembicaraan dari duel Brighton vs Liverpool selengkapnya.


Eksperimen Szoboszlai Berbuah Manis

Selebrasi Dominik Szoboszlai dalam laga Premier League antara Brighton vs Liverpool, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Salah satu sorotan utama di laga ini adalah peran baru Dominik Szoboszlai. Gelandang asal Hungaria itu dimainkan lebih dalam dari biasanya, mengisi posisi jangkar di lini tengah.

Eksperimen ini terbukti efektif. Szoboszlai tampil tenang, mampu mendikte permainan, dan bahkan mencetak gol dengan teknik tinggi yang menjadi salah satu highlight pertandingan.

Penampilannya ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi Arne Slot ke depan, terutama dengan spekulasi yang berkembang mengenai minat Liverpool pada Florian Wirtz, gelandang serang Bayer Leverkusen.


Peluang Terbatas untuk Federico Chiesa

Federico Chiesa dilaporkan meminta Liverpool untuk mengizinkannya pergi dengan status pinjaman pada Januari 2025 ini. Hal tersebut dilakukan agar dirinya dapat memperoleh lebih banyak waktu bermain di lapangan. (AFP/Paul Ellis)

Federico Chiesa akhirnya mendapat kesempatan langka menjadi starter di Premier League, setelah hanya tampil 41 menit sebelumnya.

Meski bukan posisi terbaiknya sebagai penyerang tengah, Chiesa menunjukkan beberapa momen positif — mulai dari kerja sama dengan rekan setim hingga pressing agresif yang mencerminkan etos kerja tinggi.

Namun, peran barunya itu juga menegaskan bahwa masih ada tanda tanya besar soal masa depan jangka panjangnya di Anfield. Satu laga sebagai starter tak cukup untuk mengubah situasi, tapi setidaknya ia telah menunjukkan tekadnya.


Quansah Tenang di Lini Belakang

Pemain Liverpool Dominik Szoboszlai (tengah) menyundul bola dalam laga Premier League 2024/2025 melawan Brighton, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Dengan Virgil van Dijk diistirahatkan, Arne Slot memberi kesempatan pada Jarell Quansah untuk berduet dengan Ibrahima Konaté di jantung pertahanan.

Lanjut Baca:

Meski menghadapi lini serang Brighton yang dinamis, Quansah tampil tenang dan penuh kendali — sebuah pertanda bahwa ia bisa menjadi aset penting ke depannya jika terus diberi menit bermain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya