Siswi SMP di Depok Jadi Korban Penodongan di Angkot, Ponsel Raib

Saat melintas di Jalan Tondanau, RT 001/003, tiba-tiba seorang penumpang laki-laki mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya dan melakukan penodongan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 18 Mei 2025, 11:19 WIB
Seorang pelajar SMP menjadi korban penodongan di Depok. (Foto: ilustrasi/ garis polisi (Merdeka.com / Ronald)

Liputan6.com, Jakarta Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) jadi korban penodongan sepulang sekolah. Akibat kejadian ini, korban EPZ kehilangan ponselnya. Insiden itu dialami oleh EPZ di kawasan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Jumat sore (16/5/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, mulanya, korban pulang sekolah dan menumpang angkot jurusan 02 warna merah menuju rumahnya.

Namun saat melintas di Jalan Tondanau, RT 001/003, tiba-tiba seorang penumpang laki-laki mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya.

"Korban ditodong oleh pelaku dan pelaku meminta agar menyerahkan handphone milik korban," kata Ade Ary dalam keterangannya, Minggu (18/5/2025).

Korban yang ketakutan lalu menyerahkan ponsel Realme C2 miliknya yang disimpan di dalam tas. Usai beraksi, pelaku langsung melarikan diri. "Pelaku turun dari angkot tersebut," ujar dia.

Setibanya di rumah, korban langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Didampingi pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukmajaya, Depok. Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan.

"Kasus sudah dilaporkan dan sedang dilakukan pengusutan lebih lanjut," tandas dia.

Todong Penjaga Warung Pakai Airsoft Gun, Pemuda di Cempaka Putih Jaktim Ditangkap Polisi

Seorang pemuda bergaya bak koboi. Dia menodong penjaga warung kelontong pakai air softgun dan ditangkap di daerah Cempaka Putih Barat, Jakarta Timur (Jaktim). (Istimewa)

Seorang pemuda bergaya bak koboi. Dia menodong penjaga warung kelontong pakai airsoft gun supaya dapat duit secara instan, namun kini malah berurusan dengan polisi usai aksinya viral di media sosial.

Pemuda berinisial GD atau dikenal dengan nama Geger ditangkap di rumahnya di daerah Cempaka Putih Barat, Jakarta Timur (Jaktim). Penangkapan Geger tak lama setelah aksinya viral di media sosial.

 "Setelah berita viral di media sosial, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Rabu sore," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sulistyo Yudo Pangestu dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Sulistyo mengatakan, Geger terlihat datang ke Warung Madura di Jalan Cempaka Putih Tengah. Tanpa basa-basi, kata dia, langsung menodongkan penjaga warung menggunakan pistol mainan jenis Glock 18.

"Dua penjaga warung yang ketar-ketir saat ditodongkan pistol lantas memberikan uang Rp200 ribu secara tunai," ucap Sulistyo.

Merasa tak puas, lanjut dia, Geger kembali meminta penjaga warung untuk mentransfer uang Rp 200 ribu ke dompet digital Rp200 ribu.

Terkait kejadian ini, polisi pun bergerak cepat. Polisi melacak lewat transaksi dompet digital yang digunakan pelaku. Hasil penyelidikan, terungkap pemilik akun dompet digital, seorang perempuan berinisial APS (33) yang belakangan mengaku duit itu emang untuk si Geger.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu pucuk airsoft gun Glock 18 berisi 17 butir peluru gotri, sepeda motor dan ponsel serta rekaman CCTV yang menampilkan aksi pelaku.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya