Daftar Perusahaan Ternama Global yang Sudah PHK Karyawan, Ada Google hingga Tesla

Tak hanya di Indonesia, gelombang PHK juga terjadi di sejumlah raksasa korporasi internasional Perusahaan besar memangkas ribuan tenaga kerja sepanjang 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 18 Mei 2025, 21:00 WIB
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sepanjang tahun 2025, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali melanda berbagai sektor industri. Di Indonesia perusahaan besar dari berbagai sektor industri telah terdampak PHK, misalnya Sritex, Yamaha Music, dan eFishery, ribuan karyawan terpaksa kehilangan pekerjaan.

Tak hanya di Indonesia, gelombang PHK juga terjadi di sejumlah raksasa korporasi internasional Perusahaan besar memangkas ribuan tenaga kerja sepanjang 2025.

Mulai dari sektor teknologi, manufaktur, hingga logistik, perusahaan-perusahaan global terkemuka. Melansir dari berbagai sumber, berikut deretan perusahaan global yang melakukan PHK sepanjang 2025.

Tesla

Salah satu yang paling mencolok adalah Tesla, yang memangkas lebih dari 10% dari total karyawannya, setara dengan sekitar 14.000 pekerja. Dilansir MySanAntonio, pemangkasan tersebut termasuk 2.688 posisi di Gigafactory Austin, sebagai bagian dari strategi efisiensi jangka panjang perusahaan mobil listrik milik Elon Musk .

Microsoft

Langkah serupa juga diambil Microsoft, yang memberhentikan sekitar 6.000 karyawan, termasuk hampir 2.000 posisi di negara bagian Washington. PHK ini mencakup divisi-divisi penting seperti Xbox dan LinkedIn, sebagai bagian dari restrukturisasi operasional yang lebih luas.

 

Google hingga Meta

Facebook meluncurkan tanda Meta baru mereka di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021. Facebook Inc. yang diperangi mengubah namanya menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, untuk mencerminkan apa yang CEO Mark Zuckerberg mengatakan komitmennya untuk mengembangkan t

Tak kalah signifikan, Google (Alphabet Inc.) juga melakukan serangkaian PHK bertahap di awal tahun. Ratusan karyawan dari tim pemasaran dan divisi perangkat keras terkena dampaknya. Google juga mengusulkan program pengunduran diri sukarela bagi tim Platforms & Devices mereka.

Amazon

Sementara itu, Amazon memotong ratusan posisi di unit bisnis hiburan mereka, termasuk di Amazon Studios dan layanan streaming Twitch, sebagaimana dilaporkan LiveMint .

Meta

Meta Platforms (Facebook), meskipun tidak menyebutkan angka pasti, juga mengonfirmasi pengurangan tenaga kerja secara bertahap selama kuartal pertama 2025, mengikuti tren restrukturisasi yang sudah dimulai sejak tahun sebelumnya .

 

 

Industri Lain Juga Terpukul

Ilustrasi: PHK Karyawan (Sumber: IEEE Spectrum)

Fenomena PHK tidak hanya terjadi di sektor teknologi. Perusahaan-perusahaan besar di luar industri digital juga ikut terdampak. UPS, perusahaan logistik asal AS, memangkas 12.000 posisi manajerial dari total 85.000 pekerjaan sebagai bagian dari efisiensi biaya .

Nike, raksasa produk olahraga, mengumumkan pengurangan tenaga kerja sebanyak 2% secara global untuk menyesuaikan strategi pertumbuhan di tengah persaingan ketat

Estée Lauder, perusahaan kosmetik global, mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan rencana untuk memangkas hingga 7.000 pekerjaan karena memperdalam upaya pengurangan jumlah karyawannya, sambil melaporkan penurunan 10% dalam penjualan kuartal ketiga.

Estée Lauder mengatakan pihaknya telah menyetujui biaya pesangon sebesar USD 623 juta dan memangkas lebih dari 2.600 posisi sebagai bagian dari rencananya untuk menghilangkan 5.800 hingga 7.000 pekerjaan.

Dyson, produsen alat elektronik asal Inggris, juga tidak luput. Sebanyak 1.000 posisi di Inggris dipangkas karena tekanan kompetitif dan perkembangan teknologi baru .

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya