Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan pembelian kembali saham senilai Rp 4 triliun. Pembelian kembali atau buyback saham Perseroan dilakukan mulai Jumat, 16 Mei 2025 hingga 2 Juni 2025.
Buyback saham yang dilakukan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan (POJK 13/2023).
Advertisement
Selain itu, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 18 Maret 2025 Nomor S-17/D.04/2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.
Buyback saham dilakukan secara bertahap pada 16 Mei 2025-2 Juni 2025. “Pembelian Kembali Saham Berdasarkan POJK 13 akan dilakukan sesuai ketentuan yang diatur dalam POJK 13/2023, dimana jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan tidak akan melebihi 20% dari modal disetor Perseroan,” demikian seperti dikutip.
Perseroan menilai pelaksanaan pembelian kembali saham berdasarkan POJK 13 tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan. Hal ini karena saldo laba dan arus kas Perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback saham berdasarkan POJK 13.
Selain itu, buyback saham berdasarkan POJK 13 akan dilakukan melalui BEI dengan harga penawaran untuk membeli kembali saham lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.
“Tata waktu pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Berdasarkan POJK 13 tidak akan beririsan dengan tata waktu pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2024 dan rencana Pembelian Kembali Saham Berdasarkan POJK 29 yang akan dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2025 Perseroan pada 2 Juni 2025,” demikian seperti dikutip.
Saham ADRO Melonjak
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk akan memakai kas internal untuk kebutuhan pendanaan buyback saham.
Seiring kabar tersebut, harga saham ADRO melonjak signifikan pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2025. Harga saham ADRO dibuka naik 30 poin ke posisi Rp 1.945 per saham. Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.200 dan level terendah Rp 1.920 per saham. Total frekuensi perdagangan 50.657 kali dengan volume perdagangan 2.879.804 saham. Nilai transaksi Rp 597,3 miliar.
Kondisi Industri Batu Bara dan Persaingan
Permintaan batu bara global dan domestik akan sangat mempengaruhi prospek ADRO. Tren transisi energi menuju energi terbarukan berpotensi mengurangi permintaan batu bara jangka panjang, meskipun permintaan jangka pendek masih mungkin tinggi. ADRO perlu mengantisipasi perubahan ini dengan strategi yang tepat.
Persaingan di industri pertambangan batubara juga perlu dipertimbangkan. Kemampuan ADRO untuk mempertahankan pangsa pasar dan efisiensi operasional akan mempengaruhi profitabilitasnya. Inovasi dan efisiensi operasional menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan yang ketat. Demikian seperti dikutip dari berbagai sumber.
Perubahan regulasi di sektor pertambangan, baik di tingkat nasional maupun internasional, juga dapat mempengaruhi biaya operasional dan profitabilitas ADRO. Perusahaan perlu mengikuti perkembangan regulasi dan menyesuaikan strategi bisnisnya.