Awas Penipuan Lewat Hoaks Hadiah dari Bank Daerah, Ini Modusnya

Waspada terhadap hoaks penipuan berkedok hadiah dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang marak terjadi; pelaku memanfaatkan nama dan logo BPD resmi untuk mencuri data pribadi.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 16 Mei 2025, 19:00 WIB
Cek fakta tautan pendaftaran undian berhadiah Bank BPD Bali

Liputan6.com, Jakarta- Modus penipuan baru beredar di Indonesia, mencatut nama Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan iming-iming hadiah menarik. Penipu memanfaatkan nama dan logo resmi berbagai BPD, seperti BPD Bali, NTT, Bengkulu, bahkan BPD Nagari, untuk meyakinkan korban.

Aksi kejahatan ini delakukan dengan menyebar informasi palsu melalui media sosial dan situs web palsu, meminta data pribadi korban. Para penipu menawarkan hadiah-hadiah menggiurkan seperti mobil, motor, uang tunai, umroh, dan elektronik. Korban yang tertarik kemudian diarahkan ke tautan mencurigakan yang meminta data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu ATM, dan CVV.

Data ini kemudian disalahgunakan untuk pencurian identitas atau penipuan finansial. Modus ini sangat berbahaya karena memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Kasus penipuan serupa juga terjadi dengan mencatut nama bank besar seperti Bank Mandiri. Informasi palsu tentang program undian berhadiah disebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

 

Waspada Tanda-Tanda Penipuan

Berikut beberapa ciri-ciri hoaks penipuan yang perlu diwaspadai: Penggunaan nama dan logo BPD resmi; Tawaran hadiah yang terlalu menggiurkan; Permintaan data pribadi melalui tautan mencurigakan; Situs web atau akun media sosial palsu.

Selalu verifikasi informasi melalui situs web resmi BPD atau bank terkait. Jangan pernah memberikan data pribadi melalui tautan yang tidak jelas atau pesan pribadi di media sosial. Jika menemukan akun atau situs web mencurigakan, laporkan segera kepada pihak berwenang atau pengelola media sosial.

BPD dan bank resmi tidak akan pernah meminta data pribadi sensitif melalui cara-cara tersebut. Informasi resmi tentang undian atau promosi selalu dipublikasikan melalui saluran resmi. Kehati-hatian dan verifikasi informasi sangat penting untuk menghindari menjadi korban penipuan.

Contoh Kasus Penipuan

  • Hoaks Grand Prize Livin by Mandiri: Menawarkan hadiah mobil, motor, dan elektronik melalui tautan palsu.
  • Hoaks Undian Bank Sulselbar: Menawarkan mobil mewah dan motor melalui tautan pendaftaran palsu.
  • Hoaks Pembagian Hadiah BCA: Menawarkan berbagai hadiah menarik, termasuk mobil, motor, dan elektronik, melalui tautan palsu.

Ingatlah, jika suatu penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Lindungi data pribadi Anda dan selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih.

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya