Prabowo: Banyak Kekuatan yang Ingin Indonesia Tak Eksis dan Terpecah Belah

Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi nasional agar Indonesia menjadi negara yang kuat. Sehingga, Indonesia tak bisa diganggu oleh bangsa-bangsa lain.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 16 Mei 2025, 16:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih serta Gubernur Bank Indonesia, Ketua OJK, Kepala LPS, Kepala BPS, dan Dirut Himbara di Istana Negara, pada Jumat (21/3/2025). (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa banyak kekuatan-kekuatan yang menginginkan agar Indonesia tidak eksis dan terpecah belah. Prabowo juga mewanti-mewanti karena banyak kekuatan yang tak ingin Indonesia menjadi negara kuat.

Hal ini disampaikan Prabowo saat peresmian produksi perdana lapangan minyak Forel dan Terubuk yang berlokasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (16/5/2025). Dia menyebut peresmian produksi perdana dua proyek migas di Natuna membuktikan Indonesia negara yang kaya.

"Kita resmikan kali ini membuktikan bahwa kita punya masa depan yang gemilang, masa depan yang cerah. Justru karena kekayaan kita, justru karena masa depan kita gemilang, kita harus waspada karena banyak kekuatan-kekuatan yang tidak ingin Indonesia kuat, banyak kekuatan sudah ratusan tahun ingin Indonesia tidak eksis ingin Indonesia terpecah belah," ujarnya sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/5/2025).

"Kita buktikan hari demi hari sebagaimana saudara buktikan hari ini bahwa kita mampu kita bekerja terus kita memperkuat diri sehingga kita amankan masa depan untuk anak-anak dan cucu-cucu kita," kata Prabowo Subianto menambahkan.

 

Pentingnya Swasembada Pangan dan Energi

Foto yang diambil dan dirilis pada tanggal 3 November 2024 oleh Istana Kepresidenan Indonesia ini menunjukkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah) sedang mengoperasikan mesin pemanen modern atau combine harvester di sebuah ladang yang digarap sebagai bagian dari skema nasional untuk mencapai swasembada pangan, dalam kunjungannya ke desa Telaga Sari, Merauke, Provinsi Papua Selatan. (Foto: Handout/ISTANA KEPRESIDENAN RI/AFP)

Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi nasional agar Indonesia menjadi negara yang kuat. Sehingga, Indonesia tak bisa diganggu oleh bangsa-bangsa lain.

"Kita sangat membutuhkan kondisi swasembada energi ini, sama dengan swasembada pangan. Apabila sebuah negara swasembada pangan dan swasembada energi bangsa itu akan sangat kuat, bangsa itu tidak bisa diganggu oleh bangsa lain, bangsa itu akan survive menghadapi keadaan manapun," tuturnya.

Dia menyebut peresmian dua proyek migas di Natuna ini merupakan salah satu tonggak mencapai swasembada energi. Prabowo mengatakan swasembada energi akan mencegah ratusan triliun rupiah keluar dari Indonesia.

"Kalau kita mampu mencapai swasembada energi kita akan menghemat puluhan miliar US Dollar, ratusan triliun uang kita tidak perlu mengalir keluar bangsa Indonesia, ekonomi kita akan kuat lebih banyak dana uang yang bisa dinikmati oleh rakyat kita," ujar Prabowo.

 

Apresiasi Proyek Migas di Natuna

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Prabowo sepakat proyek ini membuktikan kemampuan anak-anak bangsa Indonesia untuk menguasai teknologi industri minyak dan gas (Migas), dengan tingkat komponen dalam negeri proyek yang mendekati 100 persen.

Kepala Negara menuturkan, penguasaan teknologi di bidang ekonomi merupakan masa depan suatu bangsa.

"Saudara-saudara adalah pahlawan-pahlawan bangsa di bidang energi, saudara mengangkat kapasitas bangsa, saudara mempertahankan harkat dan wibawa bangsa Indonesia. Terima kasih atas prestasi dan jerih payah saudara-saudara sekalian," ucap Prabowo.

Infografis Heboh Kabar China Klaim Natuna hingga Tuntut Setop Pengeboran Migas. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya