Pendiri Proyek NFT Diduga Gelapkan Jutaan Dolar, Bagaimana Nasib Investor?

Para penggugat mengklaim bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana sekitar USD 1,46 juta dari dua peluncuran NFT di blockchain Solana dan Bitcoin.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 17 Mei 2025, 06:00 WIB
(Ilustrasi NFT by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa investor proyek non-fungible token (NFT) bernama Hashling NFT menuduh pendirinya, Jonathan Mills, menyalahgunakan keuntungan jutaan dolar dari proyek tersebut dan juga dari usaha penambangan Bitcoin yang terkait erat. Gugatan hukum telah diajukan pada 14 Mei di negara bagian Illinois, Amerika Serikat.

Para penggugat mengklaim bahwa Mills memindahkan aset Hashling NFT dan setidaknya USD 3 juta dari proyek penambangan Bitcoin ke sebuah perusahaan induk bernama Satoshi Labs LLC (sebelumnya bernama Proof of Work Labs LLC), di mana Mills menjabat sebagai pendiri dan CEO. Mereka menuduh bahwa pemindahan tersebut dilakukan secara tidak jujur tanpa sepengetahuan atau persetujuan para investor lainnya.

Mills digugat atas tuduhan penipuan dan pelanggaran tanggung jawab fidusia karena dianggap tidak menunaikan janji pembagian keuntungan. Investor menyatakan tidak pernah menerima pembagian hasil atau ekuitas seperti yang dijanjikan sebelumnya, meskipun telah menyuntikkan dana dalam jumlah besar ke dalam proyek.

Investor Tak Terima Keuntungan, Ditinggal Begitu Saja

Meansir COintelegraph, Sabtu (17/5/2025), para penggugat mengklaim bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana sekitar USD 1,46 juta dari dua peluncuran NFT di blockchain Solana dan Bitcoin. Namun, tak satu pun dari mereka menerima pengembalian modal atau keuntungan dari investasi tersebut. Tak lama setelah peluncuran tersebut, Mills diduga menghilang dan memutus komunikasi.

Lebih lanjut, mereka menuduh Mills menyusun perjanjian kepemilikan saham yang cacat secara hukum untuk mendukung klaim palsunya bahwa perusahaan induk menguasai seluruh aset proyek. Dokumen tersebut dinilai penuh kesalahan dan digunakan untuk melegalkan pengalihan kendali proyek kepada dirinya sendiri secara sepihak.

Dalam perjanjian yang disengketakan itu, disebutkan bahwa Mills akan menerima 67% saham ekuitas di Proof of Work Labs (yang kemudian berganti nama menjadi Satoshi Labs), sementara investor lain hanya mendapat maksimal 2% saham, meskipun ada yang telah menyetor hingga USD 20.000 ke perusahaan tersebut.

 

Hak Suara Didominasi Mills, Investor Terpinggirkan

NFT. Foto: Freepik

Selain menguasai mayoritas saham, Mills juga memegang hak suara sebesar 67% atas semua keputusan perusahaan saat masih bernama Proof of Work Labs. Sementara itu, tidak ada investor lain yang memiliki hak suara lebih dari 2%, membuat mereka tidak punya kuasa untuk memengaruhi arah proyek.

Menurut para penggugat, Mills meyakinkan mereka bahwa perubahan nama perusahaan tidak akan memengaruhi porsi kepemilikan saham mereka. Namun, kenyataannya kontrol atas proyek dan dana yang terkumpul sepenuhnya berada di tangan Mills, sementara investor tidak mendapatkan hak atau manfaat apa pun dari kerja sama tersebut.

 

Minim Pengalaman, Tapi Tetap Pimpin Proyek NFT

Ilustrasi NFT. Dok: unsplash

Proyek Hashling NFT awalnya muncul dari ide yang dibahas antara Jonathan Mills dan salah satu penggugat, Dustin Steerman. Mereka sebelumnya telah bekerja sama dalam beberapa proyek lain, sehingga ada hubungan profesional yang sudah terjalin. Meskipun demikian, Mills mengaku tidak memiliki dana maupun pengalaman dalam dunia NFT saat proyek dimulai.

Pengacara investor, Clinton Ind dari firma hukum Ind Legal Group LLC, mengatakan bahwa meski ide awal Mills bukanlah yang dipakai dalam proyek akhir, kontribusinya cukup untuk memicu semangat kerja sama di tahap awal. Semua pihak disebut menikmati proses pengembangan proyek di awal, sebelum kemudian terjadi konflik.

Untuk mengembangkan proyek, Mills dan Steerman merekrut investor lain—yang kini juga menjadi penggugat—untuk membantu berbagai hal seperti pembuatan seni NFT, pemasaran di media sosial, hingga menghadiri konferensi NFT di New York. Bahkan, menurut para penggugat, Mills turut melibatkan pacarnya sebagai investor dalam proyek Hashling NFT. Kini, para investor meminta pengadilan untuk membentuk constructive trust atas seluruh aset proyek dan memberikan ganti rugi penuh secara hukum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya