Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya jumlah investor muda yang terjun ke pasar saham dinilai sebagai sinyal positif terhadap kesadaran finansial generasi muda Indonesia. Hal ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya investasi sejak usia dini.
Jumlah investor individu lulusan SMA mendominasi di pasar modal Indonesia hingga Maret 2025. Total aset dari investor tersebut mencapa Rp 153,32 triliun di C-Best dan Rp 25,86 triliun di S-Invest.
Advertisement
"Ini sebenarnya cukup baik. Tandanya kesadaran untuk investasi tuh semakin meningkat," ujar Head of Investment Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, dikutip Jumat (16/5/2025).
Namun demikian, ia menekankan bahwa tren positif ini perlu terus ditingkatkan dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga keuangan. Lebih lanjut, ia menyarankan agar edukasi keuangan sudah dimulai sejak masa sekolah melalui kurikulum yang tepat. Dengan begitu, generasi muda dapat membangun kebiasaan investasi dari usia yang sangat dini.
"Kalau bisa memang ada kayak kurikulum di sekolah terkait dengan perencanaan keuangan dari awal, sehingga kesadaran investasi itu sudah dibangun bahkan di usia sedini mungkin," imbuh Martha.
Yakin Investor Saham RI Lampaui 7,5 Juta Orang
Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis pertumbuhan investor ritel pasar saham Indonesia dapat melebihi 7,5 juta orang pada akhir tahun ini seiring dengan dengan ramainya inklusi investasi pasar modal yang didukung perkembangan teknologi informasi.
Prisa Ngadianto, Head of Retail Business Support Mirae Asset, meyakini angka tersebut dapat tercapai seiring dengan kompetisi berkelanjutan serta edukasi terkait literasi investasi pasar modal yang aktif.
“Investor ritel pasar saham (di luar investor reksa dana dan obligasi) tercatat tumbuh dari 1,7 juta pada 2020 menjadi 4,38 juta per akhir 2024, sehingga secara konservatif kami memprediksi jumlahnya pada tahun ini dapat tumbuh hingga 7,5 juta investor atau bertambah lebih dari 1 juta investor,” ujar Prisa.
Kenaikan Jumlah Investor Saham
Data otoritas bursa menunjukkan total jumlah investor pasar modal pada rentang 2020-2024 secara berturut-turut sebanyak 3,88 juta, 7,49 juta, 10,31 juta, 12,17 juta, dan 14,87 juta, dengan pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) 30,82%.
Dari jumlah tersebut, jumlah investor ritel pasar saham (berdasarkan rekening C-BEST IDX) secara berturut-turut pada periode yang sama adalah 1,7 juta, 3,45 juta, 4,44 juta, 5,26 juta, dan 6,38 juta sehingga menghasilkan CAGR 30,36%. Untuk investor pasar saham aktif, berturut-turut 750.000, 1,68 juta, 1,72 juta, 1,52 juta, dan 1,67 juta, sehingga membukukan pertumbuhan CAGR 17,33%.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Investor
Menurut Prisa, dua faktor positif utama yang selama ini mendorong pertumbuhan jumlah investor dan jumlah nasabah pasar saham aktif adalah kompetisi trading saham serta kegiatan promosi yang dapat memicu minat investasi dan transaksi dari pelaku pasar modal, terutama perusahaan efek.
Di sisi lain, lanjutnya, dua faktor yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan angka investor pasar saham dan pasar modal adalah suplai emiten yang lebih berkualitas dan kegiatan edukasi inklusif yang aktif dari masing-masing perusahaan efek.
“Kami di Mirae Asset berkomitmen mengedukasi dan mendorong literasi baik secara offline, online, konvensional, dan melalui sosial media," kata dia.