Pastikan Bulog Jalankan Perintah Prabowo, Wamentan Datangi Sentra Penggilingan Padi Karawang

Gudang Bulog saat di Karawang menyimpan sekitar 3,7 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP), melampaui capaian di era pemerintahan Soeharto pada 1984.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 15 Mei 2025, 15:30 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono berkunjung ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang Jawa Barat, Kamis (15/5/2025). (Maulandy/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menuntut Perum Bulog untuk mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan tidak lagi membeli beras, tapi langsung menyerap gabah petani.

Guna memastikan hal itu dijalankan, Wamentan lantas mendatangi Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).

"Saya tegaskan disini, bulog tidak lagi dititik beratkan membeli beras. Kenapa? Karena kalau Bulog membeli beras tidak ketemu sama petani, ketemunya sama pedagang beras, karena sudah diolah jadi beras," kata Wamentan.

Sudaryono kembali menekankan, supaya Bulog bisa langsung bertransaksi dengan petani, pemerintahan kabinet Prabowo mengambil kebijakan agar BUMN tersebut langsung membeli gabah dari sawah.

"Sehingga manfaat dari keberadaan pemerintah, yaitu Bulog bisa dirasakan oleh masyarakat kita. Khususnya petani yang hari-hari selama ini selalu mengeluhkan urusan harga jual setelah panen," tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog ini lantas memamerkan SPP Karawang, yang dilengkapi 10 unit mesin penggiling padi modern. Tak hanya di Karawang, fasilitas serupa lainnya juga turut disebar di seluruh Indonesia.

 

Supaya Gabah Petani Terserap Maksimal

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono berkunjung ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang Jawa Barat, Kamis (15/5/2025). (Maulandy/Liputan6.com) 

Adapun peremajaan ini bertujuan agar Bulog bisa maksimal melayani petani dalam hal penyerapan beras. Sehingga hasil panen bisa betul-betul terserap maksimal.

"Itu yang jadi tujuan saya ke sini, ingin melihat bahwa Bulog itu handal dalam menyerap gabah, sampai dengan tidur di lapangan. Sampai dengan mengolah dan memasarkannya pun mampu. Jadi ini sekali lagi ini sangat menggembirakan," ungkapnya.

"Alhamdulillah perintahnya terlaksana. Anda bisa lihat, sekarang Bulog memiliki cadangan beras disimpan di gudang Bulog tertinggi sepanjang sejarah," kata Wamentan.

 

Lampaui Rekor di Era Soeharto

Menurut catatannya, gudang Bulog saat ini menyimpan sekitar 3,7 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP), melampaui capaian di era pemerintahan Soeharto pada 1984. Adapun sejak Januari 2025 hingga saat ini, Bulog sudah menyerap sekitar 2,1 juta ton beras.

"Anda semua bisa cek, di tahun 1984 Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan swasembada beras oleh FAO. Sehingga kita telah melampaui secara secara kuantitas telah melampaui dari rekor tertinggi yang ada, yaitu tahun 1984 yang kita pecahkan di tahun ini," ungkapnya.

"Ini tentu saja hasil kerja keras semua pihak, khususnya hasil kerja keras semua petani kita yang produksinya luar biasa," pungkas Wamentan Sudaryono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya