God Bless Bertahan 5 Dekade Lebih, Kekeluargaan Antar Personel hingga Tekad Mempertahankan Band Jadi Kunci Utama

Menjadi salah satu panutan dalam bermusik, ada kalanya para personel band God Bless mengalami titik jenuh, namun selalu bisa diatasi berkat kedekatan antar personel yang seperti keluarga.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 15 Mei 2025, 19:00 WIB
God Bless jelang menggelar konser dalam format akustik di Balai Sarbini, Jakarta, pada 17 Mei 2025. (Dok. via M. Altaf Jauhar)

Liputan6.com, Jakarta Grup musik God Bless yang telah menjadi legenda hidup Indonesia, sudah bertahan selama lima dekade sejak mereka berdiri pada 1973 silam. Eksistensi God Bless sebagai band pengusung genre hard rock di industri musik Indonesia juga telah menjadi referensi dan acuan banyak musisi bergenre sama pada era saat ini.

Menjadi salah satu panutan dalam bermusik, bukan berarti perjalanan God Bless selalu berwarna dan dipenuhi kejutan baru. Ada kalanya para personel band ini mengalami titik jenuh. Bahkan dalam hal berkarya pun beberapa kali kebuntuan pernah melanda mereka.

Menariknya, tak semua kondisi itu ditanggapi dengan kaku. Para personelnya lebih memilih untuk menanggapinya dengan cara menikmati waktu bersama dengan kumpul bareng. Terkadang, acara hangat itu turut diramaikan oleh kehadiran anggota keluarga dari tiap personel God Bless.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Denny MR, Media Relation God Bless yang telah mengikuti perkembangan band ini secara mendalam sejak bergabung dalam manajemen pada tahun 2016, saat dihubungi tim Showbiz Liputan6.com, pada akhir pekan lalu, dikutip Rabu (14/5/2025).

"Mereka itu pada dasarnya orang-orangnya menyenangkan meskipun bagi sebagian orang atau media-media, agak terjesan irit bicara atau angker, sebenarnya mereka enggak begitu sih. Kalau ada yang menilai irit bicara, harus dibayangkan bahwa God Bless itu kan sudah dari 1970-an melakukan wawancara, menjawab pertanyaan seputar karier dan problem mereka. Jadi, secara manusiawinya, sudah jenuh mereka itu, kan," ujarnya melalui sambungan telepon.

Denny MR pun meyakinkan bahwa para personel God Bless, mulai dari Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Abadi Soesman, bukanlah musisi yang angker dan pelit bicara. Bahkan sosok seperti Ahmad Albar lebih senang bercanda dengan orang-orang di sekitarnya. Tak heran ketika sedang mengalami fase jenuh, para personel God Bless sanggup mengatasinya dengan berbagai cara.

 


Kejenuhan yang Diatasi Secara Berbeda dari Band Lain

Ragam koleksi alat musik, peralatan rekaman, perlengkapan panggung, hingga penghargaan bagi God Bless juga dipamerkan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Meskipun baru bergabung sejak 2016, Denny MR sudah bisa merasakan betapa God Bless selalu berhasil mengatasi titik jenuh. Salah satu caranya adalah dengan mempererat hubungan antar personel yang pada akhirnya terasa seperti keluarga sendiri.

Lanjut Baca:

"Stagnan dan kreativitas adalah satu hal yang selalu beriringan. Dan itu muncul pada saat seseorang sudah menjalani masa karier yang panjang. Jadi ada juga kejenuhan-kejenuhan itu. Kalau masalah kreatif, semua anak band pasti punya, ya. Yang anak band belum banyak punya itu biasanya dialami band-band lama yang berumur panjang,, dan God Bless sering berada di situasi itu, orang mungkin banyak yang belum tahu," jelas Denny MR. "Nah, God Bless itu kan sudah seperti keluarga. Maksudnya, hubungan personalnya tidak seperti anak band yang hanya kumpul untuk latihan saat mau manggung," ungkap Denny.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya