Liputan6.com, Bern - Sebuah kejadian tak biasa mengundang tawa sekaligus rasa penasaran publik di Kota Koeniz, Swiss tengah, ketika seekor bebek liar terekam kamera lalu lintas tengah "melanggar" batas kecepatan.
Menurut keterangan polisi setempat, bebek jenis mallard (bebek liar Eropa) itu tertangkap kamera radar pada 13 April lalu saat melaju dengan kecepatan 52 kilometer per jam di zona yang hanya memperbolehkan kecepatan 30 km/jam.
Advertisement
Mengutip BBC, Rabu (14/5/2025), kejadian unik ini segera menjadi viral, terutama setelah polisi mengungkap bahwa ini bukan pertama kalinya bebek tersebut — atau yang sangat mirip dengannya — melakukan "pelanggaran" serupa.
Bahkan, pihak berwenang menyebut bahwa gambar radar menunjukkan bebek dengan tampilan serupa pernah tertangkap di lokasi yang sama, pada tanggal dan kecepatan yang persis sama... tujuh tahun lalu, pada 2018.
Spekulasi pun bermunculan. Beberapa warganet menduga ini mungkin bagian dari lelucon April Mop yang tertunda.
Namun, polisi Koeniz membantah hal tersebut. Mereka menegaskan bahwa gambar radar tidak bisa dimanipulasi karena sistem tersebut dikalibrasi dan diperiksa secara ketat setiap tahun oleh Institut Metrologi Federal Swiss. Foto-foto hasil kamera juga disegel untuk mencegah manipulasi.
Komentar Publik
Dalam sebuah unggahan Facebook, otoritas Koeniz menyambut antusiasme publik dengan nada humor.
"Kami harap Anda bersenang-senang menebak-nebak tentang kebetulan yang aneh, kejahatan hewan, dan kecepatan maksimum terbang bebek," tulis mereka dalam unggahan tersebut.
Sejumlah komentar kocak pun bermunculan di media sosial, mempertanyakan apakah "bebek balap" ini akan dikenai denda atau sanksi lainnya. Namun sejauh ini, pihak berwenang belum mengungkap "hukuman" yang akan dijatuhkan pada si pelanggar bersayap tersebut.