Liputan6.com, Banyuwangi - Desa Kemiren, salah satu desa adat Suku Osing di Banyuwangi, menyimpan tradis bernama mepe kasur. Kegiatan menjemur kasur secara massal ini telah ditetapkan sebagai bagian dari cagar budaya dan menjadi daya tarik wisata.
Mengutip dari laman Portal Banyuwangi, mepe kasur merupakan tradisi turun-temurun Suku Osing yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan menjelang perayaan tertentu, seperti hari besar adat.
Advertisement
Seluruh warga desa mengeluarkan kasur dari rumah dan menjemurnya di bawah terik matahari. Kasur-kasur tersebut dihiasi dengan kain berwarna-warni.
Tradisi ini tidak sekadar membersihkan kasur dari kotoran. Bagi masyarakat Osing, mepe kasur memiliki makna simbolis.
Tradisi Mepe Kasur biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, saat sinar matahari dianggap paling optimal untuk mengeringkan kasur. Kasur yang dijemur dalam tradisi ini merupakan kasur kapuk tradisional yang dibalut dengan kain lurik khas Osing.
Selain kasur, warga juga menjemur bantal, guling, dan perlengkapan tidur lainnya sebagai bagian dari ritual pembersihan menyeluruh. Sebelum dijemur, kasur-kasur tersebut terlebih dahulu dibersihkan dengan menggunakan lerak, buah alami yang berfungsi sebagai disinfektan tradisional.
Kegiatan ini diyakini dapat mengusir energi negatif dan membawa keberkahan bagi keluarga. Beberapa warga juga meyakini bahwa kasur yang dijemur akan membuat tidur lebih nyenyak dan terhindar dari mimpi buruk.
Desa Cagar Budaya
Desa Kemiren telah ditetapkan sebagai desa cagar budaya oleh pemerintah. Status ini membuat tradisi mepe kasur semakin dikenal oleh berbagai kalangan.
Wisatawan sering datang khusus untuk menyaksikan ritual ini, baik sebagai bagian dari kunjungan budaya maupun agenda festival. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memanfaatkan momen ini dengan mempromosikannya dalam event-event besar seperti Festival Banyuwangi.
Selain mepe kasur, Desa Kemiren juga menawarkan berbagai atraksi budaya lainnya. Wisatawan dapat melihat rumah-rumah adat Suku Osing, menikmati tarian gandrung, atau mencicipi kuliner khas seperti sego tempong.
Keunikan budaya ini menjadikan Desa Kemiren sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Jawa Timur. Tradisi mepe kasur tidak hanya dilakukan di Desa Kemiren, tetapi juga di beberapa desa Osing lain di Banyuwangi, meskipun skalanya tidak sebesar di Kemiren.
Penulis: Ade Yofi Faidzun