Hadiri Perayaan Waisak, Wagub Rano Cerita Harmonisasi Antar-Umat di Jakarta Lewat Sudut Pandang Si Doel

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, hadir dalam perayaan Waisak 2025 dan berbagi cerita inspiratif tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Jakarta.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 12 Mei 2025, 14:21 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menginginkan tradisi andilan potong kerbau nantinya dapat diselenggarakan di enam wilayah kota administrasi menjelang Lebaran. (Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno menghadiri perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2025 atau 2569 Tahun Buddhis. Rano Karno hadir mewakili Gubernur Jakarta Pramono Anung yang berhalangan.

"Kepada seluruh umat Buddha, saya ucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak. Semoga berkah Waisak membawa kedamaian, kecerahan, serta mendorong kita semua untuk hidup dalam kebaikan dan kebajikan," kata Wagub Rano saat menyampaikan pidato sambutan di Wihara Ekayana Arama - Indonesia Buddhist Centre, Jakarta Barat, Senin (12/5/2025).

Pria yang karib disapa Bang Doel ini mengaku bersyukur, perayaan Waisak di Jakarta tahun ini dapat terselenggara dengan baik. Menurut dia, hal itu menunjukkan Jakarta sungguh-sungguh menjadi tuan rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

"Saya mengapresiasi seluruh jajaran panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Hari Raya Tri Suci Waisak tahun ini.Berkat kerja keras semua pihak, umat Buddha di Jakarta dapat merayakan momen suci ini dengan penuh khidmat dan dalam suasana kebersamaan," tutur Rano.

 

Pesan Waisak Rano Karno

Perayaan Tri Suci Waisak merupakan momen reflektif dan religius yang mengajak umat meneladani nilai luhur Buddha dan mengamalkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rano berpesan, perayaan Waisak dapat menjadi momen refleksi untuk terus hidup dengan kesadaran penuh, bijaksana dalam berkata dan bertindak, serta peduli terhadap sesama termasuk menjaga keharmonisan antar umat beragama, yang merupakan pondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.

"Saya berharap para pemimpin dan umat Buddha dapat menjadi teladan dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan, sehingga kehidupan antar umat beragama di Jakarta bisa terus rukun dan damai di tengah keberagaman," pesan pria karib disapa Doel ini.

"Semoga perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak ini senantiasa dihayati oleh umat Buddha dengan mengamalkan nilai-nilai welas asih, kebajikan, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semua makhluk hidup berbahagia," imbuh dia.

 

Hidup di Tengah Keberagaman Sejak Kecil

Rano Karno, pemeran Si Doel kala itu pun akhirnya buka suara soal rencananya yang akan membesut versi film dari Si Doel Anak Sekolahan. Lokasi syuting di Belanda telah dipilih Rano untuk film ke depannya. (Adrian Putra/Bintang.com)

Sebagai penutup, Rano Karno menceritakan bagaimana wajah Jakarta yang inklusif lewat masa kecilnya sebagai seorang Doel. Sebagai seorang muslim, Doel mengenyam pendidikan dasar di sekolah katolik. Karenanya dia memiliki banyak teman beretnis Tionghoa.

"Bapak-Ibu sekalian, sejak kecil saya sudah dibiasakan hidup dalam keberagaman. Saya seorang Muslim, tapi sejak TK sampai kelas 1 SD saya bersekolah di sekolah Katolik. Teman-teman saya ada yang Tionghoa, seperti Ahong mungkin ada yang tahu?," tanya dia.

Selain itu, keberagaman itu tumbuh saat dirinya bekawan dengan seorang keturunan India bernama Adam. Dia mengingat perbedaan fisik ada pada hidung yang berukuran lebih besar.

"Ada juga teman dari India, namanya Adam, hidungnya besar dan itu tidak menjadi masalah," kata Rano.

 

Pernikahan Beda Agama Doel dan Sarah

Si Doel dan Sarah (Instagram/sidoelanaksekolahan)

Saat dewasa, Doel diketahui menikah dengan sosok perempuan nasrani bernama Sarah. Meski berbeda, namun keduanya dapat menjalin hubungan dengan baik.

"Di tempat saya, ada juga seorang perempuan Nasrani bernama Sarah, dia menikah dengan Si Doel, seorang Muslim dan itu diterima. Itulah wajah harmonis ibu kota Jakarta yang sebenarnya," cerita Rano.

"Saya berharap kehadiran saudara-saudara saya umat Buddha hari ini bisa menjadi bagian dari kekuatan kita bersama, untuk terus membangun Jakarta yang damai dan berkeadilan bagi semua," sambungnya menandasi.

Infografis Wisata Museum di 5 Wilayah DKI Jakarta.  (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya