Waisak 2025, Polisi di Bandar Lampung Gotong Royong Bersihkan 3 Vihara

Tak hanya meninjau aspek keamanan, polisi juga terjun langsung membantu membersihkan area vihara bersama panitia Waisak.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 13 Mei 2025, 17:07 WIB
Personel Polresta Bandar Lampung gotong royong membersihkan vihara menyambut Waisak 2025. Foto : (Istimewa).

Liputan6.com, Lampung - Suasana menjelang Hari Raya Waisak 2025 di Kota Bandar Lampung dipenuhi semangat toleransi dan kebersamaan. Tidak hanya umat Buddha yang bersiap menyambut hari suci itu, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung pun turut berpartisipasi,bukan dengan seragam tempur, melainkan sapu dan alat kebersihan.

Dipimpin langsung Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, puluhan personel Polresta bersama anggota Polsek Teluk Betung Selatan dan Teluk Betung Utara mendatangi tiga vihara besar di kota tersebut: Vihara Amurwa Bhumi Graha, Vihara Thay Hin Bio, dan Vihara Raksayu.

“Kami ingin memastikan umat Buddha dapat merayakan Waisak dengan aman, nyaman, dan khidmat. Ini bentuk kepedulian kami terhadap sesama, bukan hanya soal pengamanan,” kata Alfret, Minggu (11/5/2025).

Tak hanya meninjau aspek keamanan, polisi juga terjun langsung membantu membersihkan area vihara bersama panitia Waisak.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Polresta Bandar Lampung Siapkan 63 Personel untuk Kawal Perayaan Waisak

"Dalam rangka menyukseskan perayaan Waisak, kami telah menyiagakan 63 personel gabungan. Anggota akan disebar di tiga vihara utama dengan formasi terkoordinasi: 14 personel dari Polresta dan 7 personel dari masing-masing Polsek setempat untuk tiap titik," jelas dia.

Selain menjaga keamanan tempat ibadah, Satuan Lalu Lintas juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran arus kendaraan saat prosesi berlangsung.

“Kalau nanti terjadi kepadatan, kami sudah siapkan skenario pengalihan arus. Fokus kami adalah menciptakan suasana yang tertib dan kondusif dari vihara hingga jalan raya,” ungkapnya.

Namun lebih dari sekadar tugas, kegiatan itu menjadi bentuk nyata kepedulian aparat terhadap keberagaman. Alfret mengaku, memanfaatkan momentum Waisak untuk memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama.

“Semoga saudara-saudara kita umat Buddha bisa merayakan Waisak dengan damai dan penuh khidmat. Inilah wujud nyata cinta terhadap kerukunan,” dia memungkasi. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya