Liputan6.com, Jakarta - PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Perseroan akan menerbitkan saham maksimal 1.573.287.445 atau 1,57 miliar saham dalam rangka private placement. Aksi korporasi ini dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sehingga memberikan nilai tambah untuk mendukung kinerja Perseroan. Jika pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan private placement yang dimiliki oleh dalam private placement, kepemilikan saham Perseroan akan terkena dilusi. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (12/5/2025).
Advertisement
“Perseroan berencana menggunakan seluruh dana yang diperoleh dari PMTHMETD ini antara lain untuk mengembangkan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham atau efek bersifat ekuitas lainnya,” demikian seperti dikutip.
Selain itu, terbuka juga ke satu atau lebih perusahaan pada sektor sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi dan atau logistik. Tak hanya itu juga untuk pembayaran utang dan modal kerja baik oleh Perseroan dan perusahaan anak yang dikendalikan oleh Perseroan.
Terkait calon investor yang terlibat dalam aksi korporasi ini, Perseroan menyatakan belum terdapat kepastian mengenai calon investor yang akan berpartisipasi.
Untuk menggelar private placement ini, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 18 Juni 2025.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Me 2025, harga saham PALM stagnan di posisi Rp 386 per saham. Harga saham PALM dibuka naik enam poin ke posisi Rp 392 per saham. Harga saham PALM berada di level tertinggi Rp 392 dan level terendah Rp 378 per saham. Total frekuensi perdagangan 51 kali dengan volume perdagangan 2.441 saham. Nilai transaksi Rp 93,1 juta.
Provident Investasi Bersama Kantongi Restu Buyback Saham Rp 18,61 Miliar
Sebelumnya, pemegang saham PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Rencana aksi itu telah mendapat restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan pada hari ini, Rabu 26 Juni 2024.
Pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali atau buyback saham maksimal 162 juta saham atau 1,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada perseroan.
Perseroan menyiapkan sebanyak-banyaknya Rp 80,61 miliar untuk pembelian kembali saham PALM. Aksi ini akan dilaksanakan bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan sejak disetujuinya RUPSLB pada hari ini, terhitung sejak 26 Juni 2024 sampai dengan 25 Juni 2025.
Presiden Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk, Tri Boewono menjelaskan, rencana buyback saham PALM didasari atas posisi arus kas dan aset Perseroan yang masih berada di level cukup kuat, melebihi jumlah yang diperlukan untuk pembelian kembali saham Perseroan.
"Buyback ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja saham PALM agar menjadi lebih stabil, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola modal jangka panjang, mencapai struktur permodalan yang lebih efisien, dan memberikan imbal hasil (return) kepada pemegang saham secara berkelanjutan,” kata Tri dalam keterangan resmi, Rabu (26/6/2024).
Aksi Korporasi Lainnya
Perseroan saat ini fokus meningkatkan kegiatan investasi di tiga sektor utama yakni sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, serta logistik. Hal ini diperkuat dengan masih adanya limit dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II PALM sebesar Rp 4,17 triliun yang dapat diterbitkan sewaktu-waktu sampai dengan Kuartal IV-2025.
"Kami aktif melakukan aksi korporasi untuk meningkatkan performa bisnis dan nilai tambah bagi para stakeholders. Hingga kini masih terdapat banyak ruang bagi Perseroan untuk melakukan aksi korporasi senada yang didukung performa bisnis dan struktur permodalan yang kuat,” kata Tri.
Perkuat Struktur Permodalan
Saat ini PALM tengah fokus mengkaji emiten-emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline. Dalam menentukan perusahaan yang akan menjadi pipeline investasi, Perseroan sudah melakukan proses yang seksama dan sudah melalui Komite Investasi.
"Kami mempertimbangkan kinerja, prospek perusahaan, peluang, dan potensi market ke depannya, dan optimis perusahaan portofolio PALM memiliki prospek yang cerah. Sebagai perusahaan investasi, PALM berkomitmen terus memperkuat struktur permodalan melalui sejumlah aksi korporasi yang telah dilaksanakan,” ujar Tri.
Direktur Investasi dan Portofolio PALM, Ellen Kartika menjelaskan untuk tahun ini hingga kuartal I 2024, perseroan telah menerbitkan satu kali obligasi berkelanjutan II Provident Investasi Bersama tahap II dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp 675,09 miliar. Sebelumnya pada 2023 perseroan telah menerbitkan tiga kali obligasi.
”Per kuartal I 2024, kami masih memiliki limit dari Penawaran Umum Berkelanjutan obligasi berkelanjutan II sebesar Rp 4,17 triliun, yang dapat diterbitkan sewaktu-waktu sampai dengan kuartal IV 2025,” kata Ellen Kartika.