Liputan6.com, Jakarta - Indonesia siap menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC) yang akan digelar pada 12–15 Mei 2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), DPR RI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis. Salah satu isu utama yang akan diangkat Indonesia dalam forum internasional tersebut adalah penguatan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Advertisement
“Indonesia ingin mendorong solidaritas yang lebih kuat dari negara-negara anggota PUIC terhadap perjuangan rakyat Palestina,” kata Anggota BKSAP DPR RI, Eva Monalisa, usai pertemuan dengan delegasi Pemerintah Palestina di Kompleks Parlemen, Rabu (7/5).
Sebagai bagian dari persiapan, DPR RI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekretariat Jenderal PUIC pada Februari 2025. MoU tersebut mencakup persiapan teknis dan logistik pelaksanaan konferensi.
Kesiapan Teknis Hampir 100 Persen
Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, menyampaikan bahwa kesiapan penyelenggaraan konferensi telah mencapai hampir 100 persen. Persiapan teknis dilakukan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi dengan imigrasi, bea cukai, Angkasa Pura, hingga AirNav Indonesia.
“Kami sudah lakukan konfirmasi ulang teknis dengan seluruh instansi terkait. Selain itu, simulasi dan pengecekan juga telah dilakukan bersama PCO (Professional Conference Organizer),” ujar Indra.
Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi teknis telah dilaporkan kepada Pimpinan DPR RI, termasuk kesiapan substansi materi sidang.
Konferensi ini akan membahas berbagai isu global yang relevan bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan Palestina menjadi salah satu isu prioritas.
Dihadiri Ratusan Delegasi dari Puluhan Negara
Hingga kini, sebanyak 23 negara telah mengonfirmasi kehadiran, dengan total 279 delegasi dipastikan hadir. Jumlah peserta diperkirakan terus bertambah, mengingat beberapa negara masih dalam proses konfirmasi.
“Estimasi kami, jumlah peserta akan mencapai antara 500 hingga 600 orang, termasuk delegasi resmi dan perwakilan organisasi internasional,” kata Indra.
Rencananya, Konferensi PUIC ke-19 akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Indra menekankan bahwa penyelenggaraan konferensi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi antarparlemen dunia Islam, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.