Liputan6.com, Jakarta Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengungkapkan bahwa pihaknya masih optimis pada kinerja perusahaan di tahun 2025.
Hal ini meski ekonomi global dibayangi ketidakpastian menyusul pengumuman kebijakan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump.
Advertisement
“Menurut kami penurunan ini bukan biasa-biasa saja, karena melihat tekanan yang sangat tinggi terhadap ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini juga mempengaruhi ekonomi Indonesia yang tumbuh hanya 4,87% dari target di atas 5%,” ujar Neneng Neneng dalam acara Grab Business Forum 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Siapkan Strategi
Maka dari itu, Neneng mengungkapkan, Grab Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi untuk bersiap menghadapi risiko perlambatan ekonomi.
“Di tengah situasi ketidakpastian, kemampuan untuk menafigasi dan beradaptasi bagi dunia bisnis Itu menjadi kunci. Yang utama adalah tetap bisa bertumbuh dan bagaimana industri teknologi memiliki kemampuan untuk beradaptasi dalam mengikapi keinginan konsumen yang juga berubah,” tuturnya
“(Hal ini) sejalan dengan komitmen dari Grab dan OVO Untuk terus meningkatkan pelayanan kami kepada jutaan baik mitra, partner hingga pengguna di seluruh Indonesia," pungkas Neneng.
Gelar Event
Pada Kamis (8/5), Grab Indonesia menggelar Gelar Grab Business Forum 2025 yang menghadirkan puluhan perusahaan dari seluruh negeri.
Tahun ini, Grab Business Forum 2025 mengangkat tema Navigating Changes, Driving Growth.
Grab Business Forum 2025 Bahas Dampak Ketidakpastian Ekonomi Global ke Dunia Usaha Indonesia
Harapan Perusahaan
Neneng berharap, Grab Business Forum tahun ini dapat menjadi wadah bagi perusahaan di seluruh negeri untuk bertukar pikiran dan perspektif dalam menghadapi dinamika perekonomian global.
“Navigating Changes and Driving Growth tentunya sangat relevan sekali dengan apa yang terjadi saat ini di ekonomi dunia. Kita mengetahui bahwa dunia usaha tidak baik-baik saja Karena gejolak ekonomi global akibat ketegangan perdagangan antara negara-negara besar yang mendorong perubahan kebijakan. Tentunya ketidakpastian mempengaruhi arah dan strategi kita bersama,” tuturnya.