Terungkap di Sidang Hasto, Saeful Bahri Desak Riezky Mundur untuk Digantikan Harun Masiku

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Riezky Aprilia hari ini menjadi saksi dalam persidangan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Rabu (7/5/2025).

oleh Tim NewsDiterbitkan 07 Mei 2025, 14:35 WIB
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Riezky Aprilia hari ini menjadi saksi dalam persidangan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Riezky Aprilia hari ini menjadi saksi dalam persidangan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman percakapan antara Riezky Aprilia dengan Saeful Bahri.

Di sana, terdengar Saeful membahas soal dana dan Fatwa MA yang pada intinya perihal pergantian caleg. Selain itu, salah satu tawaran yang diajukan Saeful yakni Riezky bisa menjadi wali kota.

"Tadi saksi sudah menerangkan bahwa ada tawaran kepada saudara seandainya kalau saudara mundur, seperti itu?" Tanya Jaksa.

"Itukan kata Saeful," singkat Riezky.

"Iya itu tawaran yang ditawarkan kepada saudara?" Tanya Jaksa.

"Iya," jawab saksi.

Selain itu, Riezky Aprilia mengaku sempat diajak ngobrol di sebuah kamar hotel mewah daerah Singapura oleh Saeful Bahri.

Riezky mengatakan Donny Tri Istiqomah yang merupakan advokat PDIP, sempat meminta bertemu untuk membahas soal pencalegan di Dapil Sumsel 1. Namun kala itu, Riezky sedang berada di Singapura bersama keluarganya.

Singkat cerita, Donny mengatakan ada orang utusan partai yang nantinya bakal bertemu langsung di Singapura. Orang tersebut adalah Saeful Bahri. Keduanya kemudian bertemu di sebuah lobby hotel.

"Ketemu Saeful di Singapura, waktu itu di Shangri-La Hotel," ujar Riezky.

Riezky yang merasa kurang nyaman bertemu dengan Saeful membuat was-was, kemudian menggunakan handphonenya guna merekam percakapan. Kepada Riezky, Saeful memperkenalkan dirinya terlebih dahulu sebagai bagian dari partai dan juga orang yang mengaku-ngaku dekat dengan Hasto.

"Menurut dia, dia bagian dari partai, dia kerabat dekat pak sekjen," kata dia.

Hanya dari Mulut Saeful Bahri

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Riezky Aprilia. (Foto: Istimewa).

Dalam sidang tersebut, Riezky mengakui tidak memiliki informasi pasti mengenai keterlibatan Hasto dalam pemberian uang suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Kuasa hukum Hasto, Patra M. Zen, dalam sesi tanya jawab menyelisik keterangan Rizky seputar hubungannya dengan Hasto dan peristiwa-peristiwa yang disebut jaksa penuntut umum berkaitan dengan dakwaan suap.

"Apakah Saudara saksi tahu bahwa pernah ada peristiwa Saiful Bahri mengusulkan kepada terdakwa Hasto Kristiyanto untuk melakukan pemecatan Saudara sebagai kader PDIP? Pernah tahu tidak Saudara itu?" tanya Patra.

"Tidak tahu," jawab Rizky singkat.

Patra kemudian menegaskan fakta bahwa Rizky tetap menjadi anggota DPR RI tanpa pernah di-PAW atau diganggu secara kelembagaan selama berada di partai.

Ia pun melanjutkan pertanyaan terkait pernyataan Rizky dalam BAP sebelumnya.

"Pertanyaannya nomor 25. Ketika ditanya hubungan Saudara saksi dengan Pak Hasto, Saudara menjawab, 'mengenal Pak Hasto yang pernah meminta Saudara untuk mundur. Mengenal Pak Hasto yang meminta Saudara mundur.' Maksudnya mundur sebagai calon terpilih. Nah, ketika Saudara menyampaikan di BAP, 'mengenal Pak Hasto,' itu dalam kapasitasnya tetap sebagai Sekretaris Jenderal partai?"

"Iya, Sekretaris Jenderal partai, Pak Hasto," jawab Rizky.

Patra lalu menanyakan apakah Rizky mengetahui keputusan DPP PDIP pada akhir Juli 2019 untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazaruddin Kiemas. Ia juga bertanya apakah Rizky tahu soal surat permohonan ke KPU yang dilakukan oleh Hasto selaku Sekjen PDIP.

"Saya tidak tahu," ucap Rizky berulang kali.

Tak Tahu Asal Uang

Lebih jauh, Patra membahas pertemuan Rizky dengan Saiful Bahri di Singapura pada 25 September 2019. Menurut Rizky, pertemuan tersebut diatur oleh Donny Tri Istiqomah dan ia tidak pernah berkomunikasi sebelumnya dengan Saiful.

"Bertemu Saiful Bahri bahkan di kamar. Itu baru sekali bertemu?" tanya Patra.

"Betul," jawab Rizky.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai klaim bahwa ia menjalankan perintah Hasto, Rizky mengakui hanya mendengarnya dari mulut Saiful Bahri.

"Itu hanya dari mulut Saiful. Tidak ada SK, tidak ada penjelasan, tidak pernah konfirmasi pula?" tanya Patra.

"Tidak tahu. Itu tanya ke Saiful," jawab Rizky.

"Tapi Saudara tidak pernah konfirmasi kan?" desak Patra.

"Tidak," jawab Rizky.

Patra pun menyimpulkan bahwa apa yang disampaikan Rizky tentang perintah Hasto hanyalah "dongeng" dari Saiful Bahri. "Jadi yang Saudara bilang dongeng? Capek."

"Iya. Jadi, Saiful mana dongeng, mana fakta?" timpal Rizky.

Dalam kesempatan itu, Patra juga menanyakan pengetahuan Rizky mengenai perkara suap Wahyu Setiawan. Rizky mengaku tidak tahu-menahu jumlah uang, siapa pemberi, asal uang, maupun cara penerimaannya.

 

 

 

Reporter: Rahmat Baihaqi/Merdeka.com

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya