Respons Serangan Rudal India ke Pakistan, Trump: Sungguh Disayangkan

Trump berharap pertikaian India dan Pakistan segera berakhir.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 07 Mei 2025, 12:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AP Photo/Charlie Neibergall)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump menyayangkan meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan, yang terjadi setelah India melancarkan serangan terhadap Pakistan sebagai respons atas serangan mematikan pada 22 April di Kashmir yang dikuasai India.

India menyerang sembilan lokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu (7/5/2025) pagi dan Pakistan menyatakan sedang menyiapkan respons.

"Sungguh disayangkan, kami baru saja mendengarnya," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih seperti dilansir The Straits Times. "Saya rasa orang-orang sudah menduga sesuatu akan terjadi, melihat dari kejadian-kejadian sebelumnya. Mereka sudah bertikai sejak lama."

Presiden Amerika Serikat (AS) itu menambahkan, "Saya hanya berharap ini segera berakhir."

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan di platform media sosial X bahwa dia sedang memantau situasi antara India dan Pakistan secara saksama dan menambahkan bahwa Washington akan terus menjalin komunikasi dengan kedua negara bersenjata nuklir tersebut untuk mencapai resolusi damai.

Kedutaan Besar India di Washington DC menyampaikan bahwa Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval telah berbicara dengan Rubio dan memberinya penjelasan tentang aksi militer India.

India merupakan mitra penting bagi AS, terutama di saat AS berupaya menahan pengaruh China yang semakin besar.

Sementara itu, Pakistan tetap menjadi sekutu Washington, meskipun peranannya dianggap menurun sejak penarikan pasukan AS dari negara tetangga Afghanistan pada tahun 2021.

Dalam beberapa hari terakhir, Washington telah mendesak India dan Pakistan untuk bekerja sama dalam meredakan ketegangan dan mencapai solusi yang bertanggung jawab.

Trump sebelumnya menyatakan dukungan terhadap India setelah serangan pada 22 April yang menewaskan 26 orang. Namun, AS tidak secara langsung menyalahkan Pakistan.

Para analis pada April mengatakan bahwa kemungkinan besar AS akan membiarkan India dan Pakistan menangani sendiri ketegangan ini pada tahap awal, sebagian karena AS sudah menghadapi banyak hal, termasuk upaya diplomatik dalam perang Rusia di Ukraina dan konflik di Jalur Gaza.

Menlu Rubio sendiri telah melakukan pembicaraan dengan kedua negara pekan lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya