IHSG Pagi Ini 7 Mei 2025 Dibuka Menguat, Simak Prediksinya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (7/5/2025). IHSG akan menguji posisi 6.934-6.943.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 07 Mei 2025, 09:16 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan perdagangan sementara selama 30 menit atau trading halt karena penurunan lebih dari 8%. Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 27,05 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.925,25.

Dikutip dari ANTARA, Rabu (7/5/2025), sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,58 poin atau 0,46 persen ke posisi 778,34.

Prediksi IHSG Hari Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (7/5/2025). IHSG akan menguji posisi 6.934-6.943.

IHSG melanjutkan penguatan 0,97% ke posisi 6.898 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan Selasa, 6 Mei 2025.

“Area penguatan yang kami berikan pun sudah tercapai dan kami masih memperkirakan, posisi IHSG masih berada pada akhir wave (a) dari wave B,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menambahkan, area penguatan IHSG akan menguji 6.934-6.943. Herditya mengingatkan, waspadai akan ada potensi pembalikan arah dari IHSG untuk membentuk wave (b), di mana pihaknya perkirakan menguji posisi 6.364-6.618.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.759,6.708 dan level resistance 6.933,6.986.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 6.700-6.980.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyebutkan, pada akhir pekan, Amerika Serikat dan China akan bertemu. AS akan diwakili oleh Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer. Sedangkan China akan diwakili oleh Perdana Menteri Li Qiang untuk memulai negosiasi di Swiss.

Pertemuan ini juga sudah diumumkan oleh kedua negara barik China AS, ditanggapi positif oleh pelaku pasar dan investor. Namun, pasar mengalami koreksi, dalam riset itu menyebutkan kalau pelaku pasar dan investor akan mulai fokus dengan apa yang disampaikan oleh the Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS yang akan menjadi panduan selanjutnya bagi pelaku pasar dan investor.

Rekomendasi Saham

Untuk China, Donald Trump mengatakan akan menaikkan tarif impornya dari 104 persen menjadi 125 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya