Mengapa Kanguru Betina Punya 3 Vagina?

Tahukah Anda bahwa kanguru betina memiliki satu ekor, dua kaki, dan tiga vagina saat melahirkan?

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 06 Mei 2025, 20:16 WIB
Kanguru. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Liputan6.com, Jakarta - Kanguru memang makhluk yang unik dari luar: Mereka adalah marsupial terbesar di dunia, bergerak dengan melompat, dan menggunakan ekornya sebagai anggota tubuh kelima. Namun, organ dalam mereka juga tak kalah aneh: Kanguru betina memiliki dua vagina - atau tiga, jika sudah pernah melahirkan. Mengapa bisa demikian?

Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa ini merupakan adaptasi terhadap lingkungan Australia yang keras. Multiple vagina - dan dua rahim - memungkinkan kanguru betina dan semua marsupial untuk memiliki beberapa anak dalam tahap perkembangan yang berbeda pada waktu yang sama. Ini meningkatkan peluang setidaknya satu anak bertahan hingga dewasa.

"Mereka bisa memiliki joey (anak kanguru) yang masih bergantung pada mereka tapi sudah keluar dari kantong," jelas Dr. Marcie Logsdon, profesor di College of Veterinary Medicine, Washington State University, kepada Live Science. "Mereka bisa memiliki joey di dalam kantong, dan satu lagi yang 'disimpan' di rahim, menunggu untuk mulai berkembang."

Bayi kanguru yang baru lahir sangat tidak berkembang dan perlu menghabiskan waktu lama di kantong induknya untuk menyusu dan tumbuh sebelum siap menghadapi dunia luar.

"10 bulan pertama, mereka berkembang dari kerangka merah muda kecil menjadi bayi berbulu lucu yang kita lihat di foto-foto," kata Kelly Forrester, peneliti di University of Alberta yang mempelajari reproduksi kanguru. "8 bulan terakhir disebut fase 'young at foot', di mana mereka mulai keluar-masuk kantong dan belajar melompat, tapi masih canggung dan belum bisa mengatur suhu tubuh... Jadi total 18 bulan kehidupan awal mereka sangat bergantung pada induknya."

Proses menyusui di kantong membutuhkan energi yang sangat besar bagi induk kanguru. "Laktasi sangat-sangat menguras energi," kata Logsdon. "Seringkali lebih melelahkan daripada kehamilan."

Saat menghadapi kekeringan, kanguru seringkali tidak mendapatkan cukup makanan untuk terus memproduksi susu, menyebabkan joey di kantongnya mati. Untuk meneruskan gen mereka, mereka harus menghasilkan joey baru secepat mungkin.

Untungnya, kehamilan dan laktasi tidak menghentikan siklus estrus (reproduksi) kanguru. Kapan saja selama estrus, sperma kanguru jantan dapat masuk melalui salah satu dari dua vagina lateral dan membuahi sel telur, yang kemudian menempel di rahim yang tidak sedang digunakan. (Meski banyak marsupial lain memiliki penis bercabang dua untuk mengantarkan sperma ke kedua vagina, kanguru hanya memiliki satu penis).

Namun jika sudah ada joey di kantong, muncul masalah: Joey itu akan membutuhkan kantong selama 18 bulan, padahal proses dari pembuahan hingga kelahiran hanya membutuhkan sekitar 30 hari. Solusinya, tubuh kanguru menghentikan sementara perkembangan embrio.

"Jika mereka menunggu kondisi optimal atau anaknya keluar dulu, embrio yang sudah dibuahi akan diam menunggu," jelas Forrester.

Ketika sudah siap dilahirkan, joey sebesar permen jelly keluar melalui jalan lahir ketiga. "Vagina tengah tidak terhubung penuh ke luar sampai kanguru betina hamil untuk pertama kalinya," kata Logsdon. "Baru kemudian terbuka dan menjadi jalan keluar."

Anatomi aneh kanguru ini mungkin juga menjadi alasan mengapa bayi mereka sangat kecil. Dua saluran kemih kanguru betina berada di antara tiga vaginanya.

"Jika bayinya terlalu besar, akan ada masalah karena anatomi yang aneh ini," jelas Logsdon. "Lingkungan ini tidak ideal untuk keluar-masuknya benda besar, apalagi dengan saluran kemih yang berada di sekitarnya."  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya