Liputan6.com, Vatikan City - Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung - Keuskupan Agung Jakarta terpilih menjadi Kardinal Elektor, yang memenuhi persyaratan untuk memilih dan dipilih menjadi paus. Ia menjadi bagian dari 133 orang kardinal yang akan turut serta dalam konklaf yang diadakan untuk memilih Paus yang baru.
Kardinal Suharyo berangkat menuju Vatikan pada 3 Mei 2025.
Advertisement
Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, tiba di Vatikan pada tanggal 5 Mei 2025 untuk mengikuti konklaf pemilihan paus baru. Konklaf dijadwalkan dimulai pada tanggal 7 Mei 2025. Kardinal Suharyo merupakan satu-satunya Kardinal elektor dari Indonesia yang berhak mengikuti konklaf ini.
Kehadirannya di Vatikan telah menarik perhatian banyak wartawan mancanegara yang berada di area sekitar lokasi konklaf.
Menurut informasi yang dibagikan Humas Keuskupan Agung Jakarta di akun Instagram @humaskaj, Kardinal Suharyo terpantau menyapa dengan ramah para wartawan dan menanggapi sejumlah pertanyaan mereka.
"Sebelum memasuki Aula Paulus VI, Kardinal Suharyo menanggapi para wartawan yang bertanya kepada beliau. Di tengah keramaian itu pula, beliau memberi berkat kepada seorang bapak yang duduk di atas kursi roda," tulis @humaskaj yang dikutip Selasa (6/5/2025).
"Segera setelahnya, beliau memasuki Aula Paulus VI," imbuh pihak @humaskaj dalam postingan 20 jam lalu.
Humas Keuskupan Agung Jakarta Dalam juga mengabarkan bahwa "dalam perjalanan kembali ke Vatican, melanjutkan sidang tahap kedua di sore hari pada hari ini (Senin 5 Mei), beberapa jurnalis international mewawancarai Kardinal Suharyo. Beberapa umat juga meminta berkat untuk rosario mereka."
Pada kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo juga berjumpa dengan sejumlah umat dari Monza, Italia Utara dan sejumlah lainnya lalu berfoto bersama serta bersalaman.
Sebelumnya, Kardinal Suharyo juga menyempatkan diri untuk sejenak mengunjungi patung para imigran di Piazza St. Petrus yang menjadi penanda perhatian Paus Fransiskus kepada para imigran, sebelum melanjutkan berjalan menuju Aula Paulus VI, tempat pertemuan para kardinal.
Konklaf jadi Sorotan
Proses pemilihan paus baru ini telah menarik perhatian dunia Katolik sejak wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Konklaf, sebuah proses sakral dan tertutup, akan menentukan pemimpin tertinggi Gereja Katolik selanjutnya.
Kardinal Suharyo, yang berusia 74 tahun, termasuk dalam 120 kardinal yang berhak memilih dan dipilih sebagai Paus, seperti yang diungkapkan Uskup Antonius Subianto Bunjamin, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2022-2025.
“Kardinal Ignacio Suharyo itu tahun ini berusia 74 tahun, jadi beliau adalah salah satu yang berhak untuk memilih dan dipilih menjadi Paus,” ujar Uskup Subianto.
Menurutnya, total ada sekitar 200 kardinal di seluruh dunia, namun hanya 120 orang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ambil bagian dalam konklaf. Proses ini merupakan tradisi penting yang digelar secara rahasia di Kapel Sistina, Vatikan, dengan penjagaan ketat.
Adapun perjalanan Kardinal Suharyo di Vatikan ditemani oleh Romo Adi Prasojo dari Biara Karmel, tempat beliau bermalam di Vatikan.