Bursa Asia Sebagian Besar Tutup, Saham Australia Mendatar

Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,04% pada awal perdagangan. Pasar saham Jepang dan Korea Selatan tutup karena hari libur umum.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Mei 2025, 08:45 WIB
Dalam Pembicaraan tarif, India dilaporkan telah mengusulkan tarif nol untuk baja, komponen mobil, dan farmasi secara timbal balik dan hingga jumlah impor tertentu. Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Australia dibuka mendatar pada perdagangan Selasa ini. Investor tengah menilai perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah negara di Asia Pasifik.

Selain itu, investor bursa Asia juga tengah berfokus pada nilai tukar mata uang Asia yang telah menguat karena penurunan dolar AS.

Dalam Pembicaraan tarif, India dilaporkan telah mengusulkan tarif nol untuk baja, komponen mobil, dan farmasi secara timbal balik dan hingga jumlah impor tertentu.

Berbeda, Malaysia mengatakan pada hari Senin bahwa Washington telah menyetujui pembicaraan lebih lanjut dan mungkin ada pemotongan tarif.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Senin bahwa AS tengah melakukan finalisasi kesepakatan tarif dengan sejumlah negara. Pernyataan Menkeu ini mengamini pernyataan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya bahwa mungkin ada beberapa kesepakatan paling cepat minggu ini.

Mengutip CNBC, Selasa (6/5/2025), indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,04% pada awal perdagangan.

Saham China akan melanjutkan perdagangan setelah libur Hari Buruh di tengah tanda-tanda Washington dan Beijing mengambil pendekatan yang lebih damai untuk menyelesaikan sengketa perdagangan setelah saling balas tarif.

Data bulan April untuk Indeks Manajer Pembelian Jasa Caixin, yang mengukur kesehatan sektor nonmanufaktur China, akan dirilis hari ini.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 22.597 yang menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan terakhir HSI di angka 22.504,68.

Pasar saham Jepang dan Korea Selatan tutup karena hari libur umum.

 

Bursa AS

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah karena investor menunggu dimulainya pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada awal April.

Pertemuan kebijakan dua hari akan dimulai pada hari Selasa di AS, dengan keputusan suku bunga diharapkan diumumkan pada hari Rabu.

FedWatch milik CME Group menunjukkan peluang penurunan suku bunga Fed hanya 2,7%. Artinya kemungkinan besar Fed tidak melakukan aksi apapun

Semalam di AS, Wall Street jatuh dengan S&P 500 mengakhiri reli sembilan hari karena investor memantau perkembangan terbaru pada perdagangan global.

S&P 500 turun 0,64% hingga ditutup pada 5.650,38. Sementara Nasdaq Composite turun 0,74% hingga ditutup pada 17.844,24. Dow Jones Industrial Average turun 98,60 poin atau 0,24% hingga ditutup pada 41.218,83.

S&P 500 memasuki sesi perdagangan dengan kenaikan beruntun selama sembilan hari, yang terpanjang sejak 2004.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya