Bali Black Out, Kementerian ESDM Ingatkan Kemandirian Energi

Mayoritas listrik di Pulau Dewata dipasok dari prmbangkit di Pulau Jawa. Ketika ada gangguan transmisi, risikonya adalah seantero pulau Bali mengalami pemadaman.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 Mei 2025, 08:30 WIB
Sejumlah wisatawan menikmati terik matahari di kawasan Pantai Kuta, Bali, 31 Agustus 2015. Pantai Kuta masih menjadi lokasi wisata utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik selama hampir 12 jam di sebagian besar Pulau Bali berlangsung pada akhir pekan lalu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyinggung proyek kemandirian energi di Pulau Bali.

Diketahui, peristiwa Bali black out itu terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu mulai 16.00 WITA hingga Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 03.00 WITA, dini hari.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, kemandirian energi di Pulau Bali perlu jadi perhatian berkaca pada peristiwa tersebut.

"Termasuk kejadian Bali black out itu. Itu kan juga kemandirian dalam satu pulau itu. Itu yang harus diperhatikan," kata Eniya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidanh Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa (6/5/2025).

Dia mengatakan kemandirian energi ini bisa dibangun berdasarkan kemampuan EBT suatu daerah, termasuk energi yang bersumber dari panas bumi. Misalnya, bisa diarahkan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Eniya bilang, mayoritas listrik di Pulau Dewata itu dipasok dari prmbangkit di Pulau Jawa. Ketika ada gangguan transmisi, risikonya adalah seantero pulau mengalami pemadaman.

"Dari dulu kita sudah meng-announce ya. Meng-announce, memberitahukan kepada Bali bahwa harus (mandiri) enggak bergantung ke Jawa. Karena 50 persen lebih itu masih di ini (suplai dari Pulau Jawa)," tuturnya.

Dia melihat peluang Bali bisa membangun PLTP dengan pusat di kawasan Bedugul. Kawasan itu menyimpan potensi sebagai penopang kebutuhan energi listrik di Bali.

"Ini ada kesempatan untuk Bali mempunyai PLTP. Karena selama ini wilayah kerja panas buminya itu di wilayah Bedugul," ungkapnya.

 

PLN Berhasil Pulihkan Listrik Bali

PLN gelar rapat virtual pemulihan gangguan kelistrikan di Bali. (c) Istimewa

Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) berhasil memulihkan listrik di Pulau Bali. Pemadaman yang menyebabkan Bali Black Out itu akhirnya teratasi pada Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 03.00 WITA.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang memimpin langsung pemulihan sistem di lokasi menjelaskan ratusan personel telah diterjunkan. Sehingga proses pemulihan dari Bali Black Out bisa dilakukan secara maksimal.

"Hingga saat ini, personel kami di lapangan tetap bersiaga untuk terus menjaga dan memastikan pasokan listrik di Bali telah 100% pulih, termasuk pada tempat-tempat vital di sektor pelayanan umum seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat keramaian," kata Darmawan, dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).

"Kami terus berupaya secara maksimal sekaligus mengevaluasi dan melakukan penguatan sistem kelistrikan agar seluruh pelanggan dapat terus menikmati listrik andal seperti biasanya," imbuhnya.

 

Bos PLN Minta Maaf

Suasana perbaikan Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi pengertian dari pelanggan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dan kami juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan kami," kata Darmawan.

Sebagai informasi, pemadaman listrik penyebab Bali Black Out dimulai sejak pukul 16.00 WITA. Sejak saat itu, proses pemulihan dilakukan secafa bertahap. Alhasil, kurang dari 12 jam, seluruh lokasi yang mengalami pemadaman listrik berhasil kembali normal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya