Hari Bidan Sedunia 5 Mei: Kenali Sejarah, Tema Tahun 2025 hingga Cara Dukung Lewat Twibbon

Tepat pada hari ini, Senin (5/5/2025) diperingati sebagai Hari Bidan Sedunia atau yang disebut International Day of The Midwife. Bagaimanakah sejarahnya?

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 05 Mei 2025, 16:15 WIB
Ilustrasi bidan, imunisasi bayi. (Photo Copyright by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Tepat pada hari ini, Senin (5/5/2025) diperingati sebagai Hari Bidan Sedunia atau yang disebut International Day of The Midwife. Ya, Hari Bidan Sedunia atau International Day of The Midwife diperingati setiap tahunnya pada 5 Mei.

Rupanya, penetapan Hari Bidan Sedunia atau International Day of The Midwife tersebut sudah dimulai sejak tahun 1980-an, namun kemudian baru diresmikan pada tahun 1992 silam.

Melansir National Today, hari ini diperingati untuk menghormati pekerjaan bidan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya bidan dalam memberikan perawatan bagi ibu dan bayi yang baru lahir.

Hari Bidan Sedunia juga dimanfaatkan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas bidan yang ada saat ini, di mana, bidan memiliki peran yang sangat penting tidak hanya untuk wanita hamil tetapi juga untuk keluarga di Indonesia.

Kebidanan didefinisikan sebagai kemampuan perawatan yang terampil, kompeten, dan penuh kasih sayang untuk wanita hamil, bayi baru lahir, dan keluarga selama kehamilan, kelahiran, pascapersalinan, dan minggu-minggu awal setelah bayi lahir.

Maka dari itu, tujuan lain diperingatinya Hari Bidan Sedunia juga untuk mengkampanyekan peran penting bidan dalam kehidupan manusia terutama yang berhubungan dengan persalinan dan kesehatan reproduksi.

Peran Penting Bidan bagi Wanita

Bidan tidak hanya punya peran yang sangat krusial untuk memeriksa, membantu merawat, dan juga membantu persalinan untuk wanita hamil.

Menurut Head of Reproductive Health and Andalan Business Unit Aditya Anugrah Putra, bidan juga berperan dalam meningkatkan derajat wanita, seperti melalui pelayanan kontrasepsi, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menurunkan angka kematian ibu (AKI).

Hasil survei pada tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 359 jiwa setiap 100 ribu kelahiran hidup. Salah satu kendala yang menyebabkan AKI di Indonesia cukup tinggi adalah distribusi jumlah bidan kompeten yang belum merata.

Pemenuhan kebutuhan bidan di Indonesia dapat dilakukan dengan membuka dan memberikan izin perguruan tinggi dengan jurusan kebidanan yang berkualitas.

 

Sejarah dan Tema Hari Bidan Sedunia 2025

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan memeriksa janin ibu hamil dengan peralatan Ultrasonografi (USG) di RSIA Tambak, Jakarta, Selasa (22/8/2023). Pemerintah mengajak masyarakat terutama ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mecegah stunting sebagai upaya penurunan stunting secara nasional di tahun 2024 sebesar 14 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 

Sejarah Hari Bidan Sedunia sendiri bermula dari Konferensi Konfederasi Bidan Internasional di Belanda pada tahun 1987. Peringatan ini kemudian secara resmi ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 5 Mei sejak tahun 1992.

Sejak saat itu, Hari Bidan Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran krusial bidan dalam sistem kesehatan global dan mendorong peningkatan kualitas layanan kebidanan di seluruh dunia.

Sementara, Hari Bidan Sedunia 2025 mengusung tema 'Midwives: Critical in Every Crisis' atau 'Bidan: Penting dalam Setiap Krisis'. Mengapa tema tersebut diambil?

Tema dipilih karena relevan dengan situasi global terkini. Dunia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam seperti gempa bumi dan banjir, konflik bersenjata yang menyebabkan pengungsian massal, hingga dampak perubahan iklim yang mengancam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam situasi-situasi darurat ini, bidan seringkali menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama dan perawatan medis penting bagi ibu hamil dan bayi baru lahir.

Bidan memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai krisis. Mereka seringkali menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang tersedia di daerah terpencil atau daerah konflik, memberikan perawatan penting bagi ibu hamil dan bayi. Keterampilan dan keahlian mereka dalam menangani persalinan normal dan komplikasi persalinan sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Tidak hanya dalam situasi darurat, bidan juga berperan penting dalam pencegahan. Mereka memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada perempuan, termasuk konseling tentang kesehatan seksual, keluarga berencana, dan perawatan kehamilan yang aman. Dengan demikian, bidan berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

 

Meningkatkan Kesadaran dan Dukungan untuk Bidan

Ilustrasi bidan. (Photo Copyright by Freepik)

Peringatan Hari Bidan Sedunia 2025 ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya profesi kebidanan.

Kita perlu memberikan apresiasi dan dukungan yang lebih besar kepada para bidan, baik melalui peningkatan remunerasi, pelatihan berkelanjutan, maupun akses ke teknologi dan peralatan yang memadai.

Pemerintah dan lembaga terkait juga perlu meningkatkan investasi dalam pendidikan dan pelatihan kebidanan.

Dengan demikian, akan semakin banyak bidan yang terampil dan siap memberikan perawatan berkualitas tinggi kepada ibu hamil dan bayi, khususnya dalam menghadapi berbagai krisis.

Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kebidanan.

Hal ini dapat dilakukan melalui pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah terpencil dan tertinggal, serta melalui program-program yang mendukung mobilitas bidan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dengan meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk bidan, kita dapat bersama-sama memastikan bahwa setiap ibu hamil dan bayi memiliki akses terhadap perawatan kebidanan yang berkualitas, baik dalam situasi normal maupun dalam situasi krisis.

 

Twibbon Hari Bidan Sedunia 2025

Twibbon Hari Bidan Sedunia 2025. (www.twibbonize.com)

Bagaimana jika kamu ingin ikut menyemarakkan Hari Bidan Sedunia 2025? Salah satu yang juga bisa kamu lakukan adalah membuat Twibbon Hari Bidan Sedunia 2025.

Lalu, apakah Twibbon? Twibbon sendiri merupakan bingkai bertema yang bisa dipasang di foto profil akun media sosial seseorang.

Bingkai atau Twibbon tersebut bisa dipakai untuk foto profil akun Facebook, Twitter, Instagram, termasuk aplikasi chatting seperti WhatsApp dan Telegram, serta kirim ke orang lain melalui laman Twibbonize.com.

Berikut adalah cara membuat dan link Twibbon Hari Bidan Sedunia 2025 yang dihimpun Liputan6.com dari laman www.twibbonize.com:

1. https://twibbo.nz/haribidan2025

2. https://twibbo.nz/haribidan2025karyabakti

3. https://twibbo.nz/bidanukpm2025

4. https://twibbo.nz/univbpi-haribidan

5. https://twibbo.nz/bidansedunia2025

6. https://twibbo.nz/bidan-sedunia

7. https://twibbo.nz/internationalmidwifedaysrskar

8. https://twibbo.nz/haribidansedunia2025

Infografis Bidan dan Apoteker Indonesia Terpapar Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya